Mengapa Sebagian Hewan Memakan Anaknya Sendiri?

2026-01-11 14:53:53
Mengapa Sebagian Hewan Memakan Anaknya Sendiri?
- Fenomena hewan memakan anaknya sendiri terdengar mengerikan, bahkan tidak masuk akal. Namun di dunia hewan, perilaku ini ternyata bukan penyimpangan langka. Praktik yang dikenal sebagai kanibalisme filial atau brood cannibalism ini telah terdokumentasi pada ikan, serangga, mamalia kecil, hingga hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.“Secara umum, kanibalisme terhadap keturunan itu sangat luas terjadi,” kata Aneesh Bose, ahli ekologi perilaku dari Swedish University of Agricultural Sciences di Uppsala, Swedia. Bose telah lama meneliti perilaku hewan yang beralih dari merawat anak menjadi memakannya. Dalam sebuah tinjauan ilmiah tahun 2022, ia menyebut perilaku ini sebagai sesuatu yang “tertanam dalam strategi reproduksi banyak spesies”.Dari lebih dari 1.500 spesies kanibalistik yang diketahui, hubungan orang tua–anak dalam praktik kanibalisme ditemukan pada makhluk yang sangat beragam, mulai dari ikan gobi pasir, kumbang rusa, hingga hewan domestik. Yang mengejutkan, perilaku ini sering kali berdampingan dengan pengasuhan. Banyak spesies yang memakan anaknya juga dikenal sebagai orang tua yang protektif.Lalu, jika naluri hewan adalah bereproduksi dan memastikan kelangsungan hidup keturunannya, mengapa mereka justru menghancurkan peluang itu sendiri?Baca juga: Mengapa Ada Hewan Kanibal yang Makan Pasangannya Usai Bercinta?Dalam biologi, reproduksi selalu dianggap sebagai investasi. Namun, setiap spesies memiliki cara berbeda dalam membagi waktu, energi, dan sumber daya untuk anaknya.Hewan dengan siklus reproduksi lambat—seperti gajah atau paus—hampir tidak pernah menunjukkan kanibalisme terhadap anak. Mereka biasanya hanya memiliki satu anak dalam waktu lama dan mengerahkan usaha besar untuk membesarkannya.“Jika Anda hanya memiliki satu keturunan dan sudah menginvestasikan banyak energi, kecil kemungkinan kanibalisme muncul,” jelas Bose.Sebaliknya, spesies dengan siklus reproduksi cepat dan jumlah anak banyak—seperti ikan, serangga, atau laba-laba—lebih berpeluang melakukan kanibalisme filial. Dalam konteks ini, kehilangan satu atau dua anak tidak terlalu memengaruhi keberhasilan reproduksi secara keseluruhan.Baca juga: Benarkah Ular Kobra Termasuk Hewan Kanibal?Kanibalisme filial terbagi menjadi dua bentuk utama: parsial dan total.Pada kanibalisme parsial, induk hanya memakan sebagian anaknya. Ini umum terjadi pada hewan yang menghasilkan ratusan bahkan ribuan keturunan dalam satu periode reproduksi.Dalam kondisi kekurangan makanan, memakan beberapa anak dapat menjadi cara ekstrem untuk memastikan sisanya tetap hidup. Sebuah studi tahun 1987 pada kumbang bangkai (carrion beetles) menunjukkan bahwa ketika makanan langka, induk memakan sebagian anak agar yang tersisa mendapatkan nutrisi cukup.Pada mamalia seperti kucing, anjing, dan babi, induk kadang memakan anak yang lahir mati atau memiliki peluang hidup sangat kecil akibat penyakit. Ini diyakini sebagai cara untuk mengembalikan energi yang sudah dikeluarkan selama kehamilan dan proses melahirkan—dua fase yang sangat menguras tenaga induk betina.Selain itu, peneliti menemukan berbagai alasan lain di balik kanibalisme parsial, seperti:Baca juga: 6 Hewan Kanibal yang Memangsa Spesiesnya SendiriAdrian Indermaur via NEWSCIENTIST Ikan Astatotilapia burtoni betina simpan anaknya di mulut untuk melindungi dari predator. Studi baru mengungkapkan, mereka tak sepenuhnya melindungi, tetapi juga lakukan kanibalisme dengan memakan beberapa ikan muda yang disimpan di mulut.Pada beberapa spesies ikan, kanibalisme parsial juga terkait dengan kepastian garis keturunan. Beberapa ikan jantan mampu “mencium” apakah telur atau larva tersebut adalah keturunannya sendiri melalui sinyal kimia saat menetas.Sebuah studi tahun 2003 pada ikan bluegill sunfish menunjukkan bahwa pejantan yang mendeteksi adanya keturunan milik pejantan lain akan memakan lebih banyak anak.


(prf/ega)