Dedi Dorong Kadin Genjot Industrialisasi Merata di Jawa Barat

2026-01-12 03:47:33
Dedi Dorong Kadin Genjot Industrialisasi Merata di Jawa Barat
CIREBON, - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mempercepat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi yang merata di seluruh wilayah."Mari kita konsen pada pertumbuhan industrialisasi di Jawa Barat, kita perlu kerjakan bersama-sama. Pemerintah Jabar sudah menjadi garda terdepan dalam membangun regulasi," kata Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan jajaran pengurus Kadin Jabar di Kantor Bale Jaya Dewata, Kamis petang.Dedi menekankan pentingnya orientasi Kadin terhadap kemajuan industri dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan pesatnya perkembangan Indramayu berkat ekspansi sektor industri yang dinilai ikut menggerakkan sektor-sektor lain di wilayah sekitarnya.Baca juga: Dedi Mulyadi Sebut Perusakan Kebun Teh Pangalengan Masuk Pidana, Rugikan Negara Rp 135 MiliarSelain industri, Dedi juga menyinggung ekonomi kreatif di sektor pariwisata kawasan Cirebon yang disebut menjadi kekuatan budaya dan sejarah yang harus terus dikembangkan.Pada saat yang sama, Dedi mengaitkan arah pembangunan ekonomi tersebut dengan Perjanjian Kerjasama dengan PT KAI terkait rencana Kereta Api Kilat Pajajaran serta Kereta Api Tani Mukti. Moda transportasi ini disiapkan untuk mempermudah distribusi hasil pertanian dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, hingga Karawang.Kereta Tani Mukti yang masih dalam tahap awal kerja sama itu diharapkan menjadi tulang punggung logistik pangan di kawasan Pantura. Kehadirannya dinilai mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas lokal ke Jakarta dan sekitarnya."Kereta Tani Mukti ini untuk mendorong masyarakat Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, agar hasil produksi pertaniannya bisa diangkut dengan cepat, potensinya sangat besar dan menikmati implikasi dan dampak luas," tambah Dedi.Dedi berharap percepatan distribusi dan efisiensi biaya tersebut akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta pengelola kebun di Jawa Barat.


(prf/ega)