Persentase Kemiskinan Pamekasan Menurun tapi Indikator Keparahan dan Kedalaman Justru Meningkat

2026-01-11 23:02:32
Persentase Kemiskinan Pamekasan Menurun tapi Indikator Keparahan dan Kedalaman Justru Meningkat
PAMEKASAN, - Dua indikator kemiskinan meningkat di Kabupaten Pamekasan meskipun persentase kemiskinan menurun 0,64 persen, Senin .Data Badan Pusat Statistik, persentase kemiskinan di Kabupaten Pamekasan menurun 0,64 persen dibanding tahun 2024.Pada Maret 2024, persentase kemiskinan menyentuh angka 13,41 persen. Turun menjadi 12, 77 persen pada Maret 2025.Namun, di dua indikator lainnya, justru terjadi peningkatan yakni indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dari 1,05 poin pada 2024 menjadi 1,45 poin pada tahun ini. Terjadi peningkatan 0,40 poin.Baca juga: Kejari Pamekasan Usut Dugaan Pemotongan Bantuan PKH, 3 Pendamping DiperiksaSementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), pada tahun 2024: 0,14 poin naik pada tahun 2025 menjadi 0,24 poin, juga naik sebesar 0,10 poin.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan, Parsad Barkah menyampaikan, persentase kemiskinan memang menurun. Tapi dua indikator yang meningkat perlu ditindaklanjuti lebih serius oleh pemerintah daerah."Adanya peningkatan di dua indikator P1 dan P2, berarti semakin jauh masyarakat dari garis kemiskinan," katanya, Senin Dia menjelaskan, jika persentase kemiskinan menurun tetapi indeks keparahan kemiskinan meningkat, penyebabnya adalah karena penduduk yang keluar dari kemiskinan berasal dari kelompok hampir miskin.Sementara penduduk miskin yang tersisa justru semakin jauh dari garis kemiskinan.Akibatnya, ketimpangan dan kedalaman kemiskinan di antara penduduk miskin meningkat meskipun jumlahnya berkurang.Hal ini perlu dilakukan kebijakan yang menyentuh masyarakat yang jauh di bawah garis kemiskinan.Baca juga: Ponpes di Pamekasan Jatim Kebakaran Saat Santri di Masjid, 8 Kamar HangusSalah satunya perlu dilakukan pendekatan yang menyentuh karakteristik kerentanan yang beragam."Artinya pemerintah harus memikirkan solusi atau intervensi yang serius agar kesenjangan tidak semakin melebar," ujar Parsad.Pihaknya berharap data BPS bisa disinkronisasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT SEN) sehingga bantuan sosial bisa menyentuh warga miskin dengan kesejahteraan terendah.Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso menyampaikan DT SEN terus dilakukan pemutakhiran dan menjadi acuran dalam penyaluran bansos."DT SEN ini terus bergerak seiring berubahnya ekonomi masyarakat sehingga tetap menjadi acuan kami," katanya.


(prf/ega)