Belajar dari Kasus Ayu Puspita, Begini Cara Mengenali WO yang Berpotensi Penipuan

2026-01-11 03:48:53
Belajar dari Kasus Ayu Puspita, Begini Cara Mengenali WO yang Berpotensi Penipuan
- Dugaan penipuan layanan pernikahan oleh wedding organizer (WO) Ayu Puspita masih menjadi sorotan publik setelah ratusan pasangan melaporkan kerugian. Kasus ini mencuat usai seorang perias pengantin melaporkan dua pesta bermasalah yang digelar di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu lalu. Kini, ada kurang lebih 230 pasangan tercatat sebagai korban dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 15–16 miliar.Baca juga: Mau Nikah, Lebih Baik Pilih Wedding Planner atau Wedding Organizer?Peristiwa ini menjadi peringatan bagi banyak calon pengantin untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia jasa pernikahan. Owner Little Smile Decoration sekaligus pelaku bisnis wedding organizer, Dini Hardiana membagikan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan agar pasangan tidak terjebak praktik serupa.Di era serba digital, banyak pasangan calon pengantin mencari vendor melalui media sosial. Namun, menurut Dini, langkah itu harus dibarengi dengan pengecekan lebih detail. “Sekarang ini banyak pasangan yang mencari lewat media sosial. Sebaiknya cek dulu unggahan media sosialnya, apakah followers-nya organik, dan lihat juga vendor lainnya yang di-tag di unggahannya,” jelas Dini saat diwawancarai Kompas.com, Selasa . Dini menegaskan, sosial media bukan hanya tempat pamer portofolio, tetapi juga cerminan integritas vendor. Profil yang konsisten, komentar yang nyata, hingga kolaborasi dengan vendor lain bisa menjadi indikasi bahwa bisnis tersebut benar-benar berjalan. Sebaliknya, akun yang tampak sepi interaksi atau penuh testimoni tidak jelas patut diwaspadai.Pertemuan tatap muka menjadi salah satu langkah penting untuk menilai kredibilitas penyedia jasa WO. Dini menyebut, WO yang profesional umumnya memiliki lokasi usaha yang jelas atau minimal workshop yang dapat dikunjungi. “Kalau masih ragu, coba lihat apakah WO-nya punya kantor resmi atau workshop. Ajak ketemu langsung di tempat tersebut untuk melihat langsung timnya dan berdiskusi tatap muka,” ujarnya. Menurut dia, WO yang keberatan saat diajak bertemu di kantor atau menghindari kunjungan langsung dapat menjadi tanda bahaya. Sebab, kehadiran ruang kerja fisik biasanya menunjukkan bahwa bisnis tersebut berjalan dan memiliki struktur organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


(prf/ega)