Polisi Dibacok Usai Orkes Dangdut di Pati, 2 Pelaku Ditangkap

2026-01-12 07:04:55
Polisi Dibacok Usai Orkes Dangdut di Pati, 2 Pelaku Ditangkap
PATI, – Seorang anggota Polri dari Polresta Pati menjadi korban pembacokan senjata tajam oleh sekelompok pemuda di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.Aksi brutal itu dipicu dendam usai acara orkes dangdut, dan para pelaku kini berhasil diringkus polisi.Wakapolresta Pati AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengungkapkan, peristiwa terjadi pada Rabu, 3 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.Korban berinisial PPS (26) diserang saat mengendarai sepeda motor di Jalan Desa Tumpuk, Desa Raci.“Korban dipepet pelaku yang mengendarai sepeda motor, lalu dibacok satu kali di bagian belakang kepala menggunakan senjata tajam jenis bendo,” kata AKBP Petrus dalam keterangannya.Baca juga: Agus Beraksi 8 Kali sebelum Ditembak Mati, Sempat Begal Polisi dan Pegawai Kejaksaan Probolinggo di LumajangAkibat serangan tersebut, PPS mengalami luka robek serius di kepala. Korban sempat meminta pertolongan warga sebelum dilarikan ke RS Budi Agung Juwana.Karena kondisinya berat, korban kemudian dirujuk ke RSUD Suwondo Pati untuk menjalani operasi dan dirawat inap selama enam hari.Polisi menetapkan dua pelaku pembacokan terhadap anggota Polri tersebut, yakni DM (25) dan AB (25).Keduanya diketahui mengendarai sepeda motor Honda PCX saat melancarkan aksinya.Tak hanya polisi, seorang warga sipil juga turut menjadi korban penyerangan usai orkes dangdut tersebut.Korban berinisial ZI (19) dibacok di bagian punggung saat melintas di sekitar Taman Desa Raci.Dua pelaku dalam peristiwa itu adalah HL (23) dan HP (26), dengan HP sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi kekerasan ini bermotif balas dendam.Para pelaku tersulut emosi setelah kakak ipar tersangka DM dikeroyok sekelompok pemuda yang dicurigai berasal dari Desa Raci, seusai pertunjukan dangdut di Desa Karang, Kecamatan Juwana.“Para tersangka sengaja mencari pemuda dari Desa Raci. Sasarannya acak, siapa pun yang dianggap berasal dari Desa Raci langsung diserang,” jelas Wakapolresta.Baca juga: Cerita Guru Honorer di Pati Mengabdi 16 Tahun, Gagal PPPK Paruh Waktu: Berat tapi Hidup Harus Berjalan


(prf/ega)