JAKARTA, - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan penyebab pertumbuhan ekonomi Papua Tengah yang anjlok -4,74 persen (yoy) pada kuartal III-2025 kepada Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin .Ia mengungkapkan, masalah itu terjadi lantaran adanya ekspor PT Freeport yang tertahan."Ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, beliau (Pak Prabowo) tanya kenapa penyebabnya, di antaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan," kata Tito, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.Diketahui, sejumlah bencana dialami PT Freeport. Smelter perusahaan yang berada di Gresik, Jawa Timur, sempat terbakar usai belum lama diresmikan.Baca juga: Prabowo Tanya ke Mendagri, Mengapa Duit Pemda Rp 203 Triliun Masih Mengendap di BankKemudian, ada insiden longsor yang menyebabkan sejumlah pekerja tertimbun."Adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor yang membuat produksinya mereka menjadi tertahan. Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika mengalami kontraksi minus 8 persen. Tapi, ada daerah lain yang tinggi," ucap Tito.Tak cuma itu, ia melaporkan tingkat inflasi di berbagai daerah.Tito melaporkan bahwa angka inflasi saat ini 2,86 persen (yoy) dan 2,1 persen (ytd).“Artinya cukup terkendali baik, terutama sektor pangan juga malah menjadi penyeimbang deflasi,” ucap dia.Salah satu komoditas yang menyumbang tingkat inflasi terkendali baik adalah beras.Padahal, menurut Tito, komoditas itu biasanya bermasalah di berbagai daerah."Baru kali ini beras itu keluar dari urutan daftar pangan yang biasanya bermasalah. Beras sangat bagus, daerah-daerah yang mengalami penurunan makin banyak, yang mengalami kenaikan hanya sedikit sekali," ujar dia.Baca juga: Mendagri Minta Gubernur Papua Bantu Keluarga Wanita Hamil yang Meninggal akibat Ditolak 4 RSSedangkan komoditas lainnya mengalami kenaikan harga.Komoditas tersebut meliputi bawang merah, cabai, dan telur ayam."Yang memang agak sedikit naik adalah bawang merah, cabai, kemudian sedikit telur ayam ras. Nah, ini yang perlu untuk mensuplai terutama program MBG," ujar Tito.
(prf/ega)
Mendagri Lapor ke Prabowo, Ekspor Freeport Tertahan Jadi Penyebab Ekonomi Papua Tengah Anjlok
2026-01-12 05:57:01
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:15
| 2026-01-12 04:17










































