PALANGKA RAYA, - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menjenguk puluhan peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kalteng yang mengalami keracunan makanan di Rumah Sakit Betang Pambelum, Palangka Raya, Minggu malam.Agustiar menegaskan seluruh biaya pengobatan peserta ditanggung Pemerintah Provinsi Kalteng.“Biaya pengobatan puluhan pasien ini dijamin oleh Pemprov Kalteng, dijamin kami. Iya betul, mereka keracunan,” ujar Agustiar.Baca juga: Puluhan Peserta Pesparani Kalteng Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan usai Santap Nasi KotakGubernur menyoroti peran jasa katering yang menyediakan makanan bagi kontingen Kota Palangka Raya, satu-satunya kontingen yang terdampak dari total 13 kabupaten dan satu kota peserta kegiatan.“Hanya peserta dari Kota Palangka Raya yang kena begitu, yang dari daerah lain tidak, karena jasa katering untuk masing-masing kabupaten berbeda,” jelasnya.Ia mengatakan dugaan kelalaian katering sudah masuk kategori perbuatan yang harus ditelusuri aparat.“Kalau ada yang terlibat ini tindakan kriminal namanya, tapi kalau tidak sengaja, enggak tahu, lain lagi. Nanti diselidiki, tolong juga diawasi,” kata Agustiar.Baca juga: Temuan Ulat hingga Keracunan MBG di Palangka Raya, BGN Siapkan SanksiAgustiar menyebut sebagian peserta sudah diperbolehkan pulang.“Sudah banyak yang pulang, 19 orang sudah pulang, cuma satu orang yang agak parah. Yang lainnya sudah mulai pulih,” ujarnya.Ketua Panitia Pesparani Kalteng, Sutoyo, mengatakan terdapat 38 peserta yang dirawat akibat keracunan makanan.“Yang sudah rawat inap 14 orang, persiapan pulang 5 orang, sisanya di sini ada 24 orang dan kemungkinan nanti tinggal 19 orang,” katanya.Para peserta mengeluhkan gejala serupa, seperti mual dan muntah, setelah menyantap makanan kotakan yang dibagikan pada rentang pukul 10.00 hingga 12.00 WIB di GOR Indoor Tjilik Riwut.Salah satu pasien, Julius Evan (31), mengalami muntah hingga delapan kali setelah menyantap makanan kotakan seusai ibadah Misa.“Setelah itu dia muntah delapan kali, empat kali di rumah dan empat kali di sini, sehingga dia kekurangan cairan dan harus diinfus,” ujar ayahnya, Rusriendi (62).Baca juga: Pesparani Nasional Digelar di NTT, Ajang Pembuktian Nusa Terindah ToleransiRusriendi bersyukur panitia sigap membawa peserta yang mengalami gejala keracunan ke RS Betang Pambelum.Makanan kotakan yang dikonsumsi Julius berisi nasi, ayam suwir, bihun, pisang, dan telur dadar.Panitia: Kejadian di Luar PerkiraanSutoyo mengakui musibah ini sama sekali tidak terduga, terutama karena kegiatan Pesparani merupakan acara keagamaan yang seharusnya berlangsung khidmat.“Kejadian seperti ini di luar kemampuan kita. Semoga saudara-saudari yang sakit segera diberikan kesehatan,” ujarnya.
(prf/ega)
Puluhan Peserta Pesparani Kalteng Keracunan Makanan, Gubernur Minta Kasus Diusut
2026-01-12 05:38:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:58
| 2026-01-12 05:52
| 2026-01-12 05:43










































