Bersitegang, Parade Komunitas India Dihadang Warga Selandia Baru

2026-01-12 05:06:58
Bersitegang, Parade Komunitas India Dihadang Warga Selandia Baru
AUCKLAND, - Sebuah parade komunitas Sikh India di Auckland Selatan, Selandia Baru, terganggu oleh aksi sekelompok demonstran yang menyebut diri mereka “Patriot” pada Sabtu waktu setempat.Kelompok tersebut melakukan haka dan menghadang jalannya parade di Great South Road, sehingga polisi harus turun tangan untuk mencegah potensi bentrokan.Peristiwa terjadi saat prosesi berlangsung secara resmi dengan izin otoritas setempat. Meski situasi sempat menegang, tidak dilaporkan adanya kekerasan fisik.Baca juga: Pedagang di India Temukan Batu Berlian Hampir Rp 1 M di Tanah yang Baru Disewa, Langsung Kaya MendadakA post shared by Kal Dosanjh (@kal_dosanjh)Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok demonstran yang terkait dengan kelompok sayap kanan True Patriots of New Zealand berbaris di sepanjang Great South Road.Kelompok ini diketahui memiliki keterkaitan dengan pemimpin evangelis Brian Tamaki dan Gereja Destiny.Mereka melakukan haka—tarian tradisional Maori—secara langsung di depan komunitas Sikh yang melakukan nagar kirtan, sehingga rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan.Meski haka merupakan ekspresi budaya Maori yang kuat dan sarat makna persatuan, sejumlah pihak menilai penggunaannya dalam konteks ini bersifat konfrontatif.Para demonstran juga terlihat membawa spanduk bertuliskan, “Ini Selandia Baru, bukan India”, serta mengenakan kaus dengan slogan “Kiwis First” dan “Keep New Zealand New Zealand”.Baca juga: Tur Messi di India Berakhir Meriah, tapi Hirup Udara BerbahayaPolisi Selandia Baru berada di lokasi kejadian dan memosisikan diri di antara kedua kelompok untuk mencegah eskalasi. Tidak ada laporan kekerasan dalam insiden tersebut.Namun, penyelenggara prosesi menyebut gangguan itu sebagai “tidak terduga dan sangat mengkhawatirkan”, terutama karena acara tersebut telah mendapatkan persetujuan resmi sebelumnya.Insiden ini menuai reaksi keras dari tokoh agama dan politik Sikh di India.Penjabat Jathedar Akal Takht, Giani Kuldip Singh Gargaj, menegaskan bahwa umat Sikh telah tinggal dan bekerja secara sah di Selandia Baru selama beberapa dekade serta berkontribusi terhadap perekonomian dan masyarakat negara itu.Ia mendesak pemerintah Selandia Baru untuk menjamin keselamatan komunitas Sikh dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.Sementara itu, Presiden Shiromani Gurdwara Parbandhak Committee, Harjinder Singh Dhami, juga menyerukan kepada pemerintah India dan Selandia Baru agar melindungi hak umat Sikh untuk menjalankan keyakinan mereka secara damai tanpa intimidasi.Baca juga: Kronologi Kereta Api di India Tabrak Kawanan Gajah, 7 Ekor Mati


(prf/ega)