JAKARTA, - Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, menyisakan sebuah anomali yang kini menjadi sorotan tajam publik.Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat bukan hanya air bah berwarna keruh yang menerjang permukiman, melainkan ribuan batang kayu gelondongan raksasa yang ikut terseret arus deras bak peluru tak terkendali.Pemandangan mengerikan ini tak pelak memicu tanda tanya besar yang menyisakan misteri: Dari manakah asal kayu-kayu yang telah terpotong rapi ini? Apakah ini murni amukan alam, atau ada jejak kelalaian manusia di hulunya?Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta pemerintah mengusut dugaan pembalakan liar menyusul banyaknya kayu gelondongan berukuran besar yang hanyut dalam banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.Kayu-kayu yang ditemukan itu bahkan tanpa kulit, diduga merupakan sisa hasil penebangan di wilayah hulu sungai."Kita sudah bicara masalah penegakan hukum. Ya, bahwa perlu adanya tindak lanjut dari permasalahan yang sekarang kita sudah lihat, adanya kayu gelondongan yang sudah sangat nyata di depan mata kita, sumbernya dari mana," kata Eddy di Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Sabtu .Baca juga: Mendagri Bakal Investigasi Asal Kayu Gelondongan di Banjir SumateraMenurut Eddy, pengusutan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah penebangan dilakukan sesuai aturan. Pemerintah bisa menelusuri perizinannya.Namun, jika dilakukan secara ilegal maka harus dihukum sesuai peraturan yang berlaku.Menurut Eddy, penegakan hukum diperlukan agar menjadi efek jera sehingga kejadian serupa yang menyebabkan bencana alam tidak terjadi lagi.ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu . Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa . ANTARA FOTO/Yudi Manar/barWakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendorong pemerintah membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut banyaknya kayu gelondongan saat banjir bandang tersebut.Meski begitu, ia mendorong semua pihak untuk fokus lebih dahulu selama masa tanggap darurat ini."Ya saya rasa itu perlu ya (tim investigasi khusus), tapi menurut saya kita selesaikan dulu masa tanggap darurat ini," kata Alex di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin .Setelahnya, barulah pemerintah diminta untuk melakukan pendalaman dan antisipasi agar hal serupa tak terulang lagi.Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan juga mendesak pemerintah membentuk tim investigasi guna mengusut munculnya kayu gelondongan saat banjir bandang.Diharapkan tim investigasi ini nantinya dapat mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
(prf/ega)
Misteri Kayu-kayu Gelondongan di Banjir Sumatera
2026-01-12 05:19:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:01
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:45










































