Polisi Propam di Jambi Tega Bunuh dan Perkosa Dosen, Motifnya Sakit Hati Diejek

2026-01-12 14:08:20
Polisi Propam di Jambi Tega Bunuh dan Perkosa Dosen, Motifnya Sakit Hati Diejek
JAMBI, – Motif pembunuhan dosen perempuan berinisial EY (37) oleh anggota Propam Polres Tebo, Polda Jambi, berinisial W, mulai terungkap.Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ilham mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan pelaku, aksi pembunuhan dilakukan karena rasa sakit hati."Motifnya adalah rasa sakit hati akibat penghinaan dan ejekan korban terhadap pelaku dengan kalimat kasar yang terjadi saat keduanya berada di kamar," kata Ilham saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa .Namun, Ilham tidak menyebut secara rinci bentuk ejekan yang dilontarkan korban hingga berujung pada pembunuhan."Untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan," ujar Ilham.Baca juga: Ketika Asmara Berujung Polisi Propam Bunuh dan Perkosa Dosen di Muaro Bungo JambiSetelah membunuh EY, W membawa kabur sepeda motor PCX, mobil Honda Jazz, iPhone, hingga perhiasan emas milik korban."Untuk barang milik korban semuanya sudah kita amankan di Polres Bungo," kata Plt Kasi Humas Polres Bungo Ipda Bambang saat dikonfirmasi, Senin .Kasus pembunuhan yang disertai dugaan pemerkosaan itu diduga berkaitan dengan hubungan asmara. W dan korban disebut memiliki hubungan dekat."Untuk motif sementara yang bisa kita ungkapkan adalah asmara," ujar Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono.Namun, Natalena belum menjelaskan secara gamblang alasan W membunuh dan memperkosa korban.Ia menambahkan, mobil dan sepeda motor korban yang sempat hilang telah ditemukan. Mobil ditemukan di wilayah Tebo, sekitar 300 meter dari tempat kos pelaku, sementara sepeda motor ditemukan di area parkiran rumah sakit."Diduga ada pemerkosaan, karena ditemukan sperma di celana korban," kata Natalena.Baca juga: Polisi Propam Pembunuh dan Pemerkosa Dosen di Jambi Ulet Berkelit Saat DiperiksaTHINKSTOCK Ilustrasi jenazah. Berdasarkan hasil visum, tubuh korban ditemukan dengan luka lebam di wajah, bahu, leher, dan kepala, yang memperkuat dugaan pembunuhan.EY diketahui merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.Sementara itu, hasil otopsi terhadap EY diperkirakan akan keluar sekitar empat hari ke depan.Natalena mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi tersebut."Menunggu empat hari lagi maksimal (hasil otopsinya)," kata Natalena saat dikonfirmasi, Senin malam.Sementara itu, terhadap pelaku berinisial W, polisi telah menerbitkan surat perintah penahanan dan masih melakukan pemeriksaan.


(prf/ega)