Ancaman Purbaya jika Bea Cukai Gagal Berbenah: Rumahkan Pegawai hingga Pensiun Tanpa Gaji

2026-01-16 04:00:54
Ancaman Purbaya jika Bea Cukai Gagal Berbenah: Rumahkan Pegawai hingga Pensiun Tanpa Gaji
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan langkah keras yang disiapkan pemerintah untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai berpotensi dirumahkan bila perbaikan kinerja tidak tercapai dalam tenggat satu tahun.Bahkan, Purbaya berkelakar akan merumahkan hingga pensiun jika tak kunjung berbenah.“Kalau Bea Cukai nggak bisa perbaikin, dalam waktu setahun dari kemarin ada kemungkinan besar biaya cukai akan dirumahkan seluruh pegawainya. Jadi mungkin dirumahin aja sampai pensiun, nggak dibayar. Atau dibayar apa enggak, mau enggak kita bayarlah,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin .Baca juga: Purbaya Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis, Tunggu Ekonomi 6 PersenIa menilai tindakan tegas diperlukan setelah serangkaian temuan penyelundupan dan praktik under invoicing di lapangan.Menurutnya, dengan hal seperti itu, pegawai Bea Cukai diharapkan terdorong untuk melakukan pembenahan.Purbaya menjelaskan pemerintah sedang melakukan perombakan besar-besaran atas sistem IT Bea Cukai.Ia menyoroti bahwa sistem integrasi antarinstansi selama ini masih jauh dari ideal.“Sekarang kita sedang revamp itu biaya cukai kita, termasuk seluruh sistem IT-nya. SIMBARA itu ngakunya terintegrasi, tapi belum terintegrasi betul,” katanya.Menurutnya, tim khusus yang berbasis di Lembaga National Single Window (LNSW) kini bekerja setiap minggu untuk menyempurnakan integrasi data antara Bea Cukai, Ditjen Pajak, Kementerian ESDM, dan kementerian lain yang terkait.“Mereka laporan ke saya setiap minggu. Progresnya lebih baik, tapi belum ideal,” imbuh Purbaya.Untuk menekan praktik under invoicing, pemerintah juga memperkuat instrumen pengawasan fisik.“Kita udah beli scanner-scanner baru, ditaruh di Jakarta, di Tanjung Priok, Semarang, Belawan,” lanjutnya.Ke depan, proses verifikasi akan dipusatkan di Jakarta agar daerah tidak memiliki celah untuk bermain-main di bea cukai.Ia menargetkan sistem tersebut mulai berjalan penuh pada Maret tahun depan.Purbaya memastikan alokasi sumber daya yang besar tengah digelontorkan untuk memastikan seluruh pembenahan ini berjalan efektif.“Kita keluarkan cukup banyak sumber daya untuk memastikan itu berjalan,” tegasnya.Baca juga: Pelanggaran Ekspor Melonjak, Penerimaan Negara Ikut Terdongkrak


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 02:38