Euforia Piala Afrika 2025 dan Sambutan Positif WNI di Maroko

2026-01-12 06:55:44
Euforia Piala Afrika 2025 dan Sambutan Positif WNI di Maroko
RABAT, – Piala Afrika 2025 menjadi pengalaman tersendiri bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Maroko.Fadel Rayhan Nauval, mahasiswa asal Ngawi, Jawa Timur, mengaku terkesan dengan kesiapan Maroko sebagai tuan rumah. Ia sempat berkunjung ke KBRI Rabat saat mengurus dokumen akademik dan menyaksikan langsung suasana menjelang pembukaan turnamen."Melihat stadion, infrastruktur, dan semangat panitia penyelenggara, saya kagum dengan profesionalisme Maroko," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin .Baca juga: WNI di Maroko Ceritakan Atmosfer Pembukaan Piala Afrika 2025, Ikut Nobar Bersama WargaHal serupa disampaikan Asyraf Muntashar, lulusan Program Magister Universitas Hassan II Casablanca yang kini bekerja sebagai sekretaris pribadi Duta Besar Maroko merangkap Republik Islam Mauritania.Menurutnya, pembukaan Piala Afrika 2025 menunjukkan kecintaan masyarakat Maroko terhadap sepak bola."Hampir semua warga yang saya temui sangat antusias. Kemenangan 2-0 atas Komoro di laga pembuka langsung disambut euforia besar, dengan perayaan yang berlangsung hingga larut malam," kata Asyraf."Dengan antusiasme publik yang luar biasa, dukungan infrastruktur kelas dunia, serta persiapan penyelenggaraan yang matang, saya optimistis Piala Afrika tahun ini akan berjalan lancar dan sukses," sambungnya.Baca juga: Cerita WNI Laporkan Persiapan Maroko Jadi Tuan Rumah Piala Afrika 2025Sementara itu, Sulistyaning Hartati, WNI asal Kediri, Jawa Timur, merasakan dampak kemeriahan Piala Afrika 2025 dari lingkungan tempat tinggalnya yang berdekatan dengan Stadion Prince Moulay Abdellah.Menurutnya, setiap malam terlihat kilauan cahaya stadion dan terdengar suara para penggemar yang melintas.Kesan positif juga disampaikan Ketut Sumenasih, WNI asal Singaraja, Bali yang bekerja sebagai terapis di Maroko. "Semoga Moroko tahun ini bisa menjuarai Piala Afrika. Setelah menang 2-0 atas Komoro dan terus melaju hingga ke babak final," ungkapnya.Baca juga: Diplomasi dari Secangkir Kopi, Dekatkan Petani Indonesia dengan Konsumen MarokoStaf Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Rabat, Prabowo Wiratmoko Jati mengatakan, pemerintah Maroko memberikan fasilitas nonton bareng (nobar) di depan Hotel Sofitel Rabat.Lokasi nobar tersebut dilengkapi dua layar lebar, panggung hiburan, permainan foosball, serta kafetaria. Area ini mampu menampung sekitar 5.000 penonton. "Meskipun cuaca mendung dan gerimis, banyak kendaraan berdatangan dan parkir di sekitar hotel, bahkan di jalan gang-gang perumahan elite yang jaraknya sekitar 1 km dari hotel," kata Prabowo.Tak hanya itu, kafe-kafe di pusat hingga pinggiran Kota Rabat juga dipenuhi para penggemar bola dari berbagai kalangan usia.Tak ketinggalan, mereka menggunakan atribut Singa Atlas, julukan timnas Maroko, guna mendukung tim kesayangannya.


(prf/ega)