Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Jaksa Perempuan jadi Garda Depan Hadapi Kejahatan Digital dan Deepfake

2026-01-12 06:57:35
Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Jaksa Perempuan jadi Garda Depan Hadapi Kejahatan Digital dan Deepfake
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan peran strategis jaksa perempuan sebagai garda depan penegakan hukum ditengah meningkatnya kejahatan digital yang makin kompleks, mulai dari penipuan daring hingga manipulasi bukti berbasis teknologi seperti deepfake.Menurut Meutya, penguasaan isu dan literasi digital, kini menjadi prasyarat utama agar penegakan hukum tetap berkeadilan dan berpihak pada korban."Kita memasuki masa deepfake dengan kecerdasan artificial yang membuat sesuatu menjadi saruk, yang harusnya hitam putih menjadi abu-abu dan yang ada bisa ditiadakan oleh jejak digital," ujar Meutya Hafid dalam Seminar Nasional Perempuan PERSAJA Berkarya di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta dikutip Liputan6.com dari laman resmi Kemenkomdigi www.komdigi.go.id, Kamis .Advertisement"Karenanya, jaksa perempuan harus dibekali kapasitas digital yang kuat agar mampu menjaga integritas pembuktian dan melindungi korban, terutama perempuan dan anak," sambung dia.Meutya menilai jaksa perempuan merupakan pilar penting dalam transformasi institusi penegakan hukum."Dengan penguasaan isu digital, jaksa perempuan dapat mendorong penegakan hukum yang lebih adaptif, berorientasi pada korban, serta selaras dengan arah keadilan berbasis data," terang dia.Lebih lanjut, Meutya Hafid menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Komdigi dengan Kejaksaan dalam membangun ekosistem hukum digital yang aman."Sinergi antara Komdigi dan Kejaksaan sangat penting dalam percepatan penanganan perkara siber, penyediaan digital evidence chain yang standar, kolaborasi pada isu kebocoran data, edukasi publik mengenai etika digital, dan penguatan penegakan UU ITE serta UU PDP," papar dia. 


(prf/ega)