Waktu Penjualan Dibatasi, Antrean Solar di Palembang Mengular 700 Meter, Warga: Malah Lebih Parah

2026-01-12 07:16:56
Waktu Penjualan Dibatasi, Antrean Solar di Palembang Mengular 700 Meter, Warga: Malah Lebih Parah
PALEMBANG, - Antrean panjang kendaraan terjadi hingga 700 meter di Jalan MP Mangku, Palembang, Sumatera Selatan, setelah adanya pembatasan pembelian solar.Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengeluarkan surat edaran Nomor 500.10.1/082/SE/DESDM/2025, yang dikeluarkan pada Senin untuk mengatur penjualan solar dalam kota.Bahkan, distribusi solar empat SPBU dalam kota dihentikan lantaran sering menimbulkan kemacetan panjang.Sejak aturan itu berlaku, antrean panjang kendaraan solar mulai dari mobil pribadi hingga truk memang tak lagi terlihat dari pagi hingga sore.Namun, kondisi itu berbanding terbalik saat malam hari. Antrean kendaraan yang mengonsumsi solar mengular panjang.Baca juga: Sering Picu Antrean Panjang, Distribusi Solar 4 SPBU di Palembang DihentikanPantauan , antrean panjang mobil pribadi dan truk besar memadati jalan MP Mangkunegara sejak pukul 20.00 WIB.Di lokasi ini, terdapat dua SPBU yang diperbolehkan menjual solar. Penjualan pun baru dibuka pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.Akibatnya, para sopir truk yang mayoritas membutuhkan solar pun terpaksa antre lebih dulu agar bisa mendapatkan BBM."Sudah antre dari jam 8 malam tadi, takut tidak kebagian. Ini saja antreannya sudah sepanjang ini, apalagi nanti jam 10 malam," kata Kandar (45), salah satu sopir truk, Jumat .Sejak aturan pembatasan penjualan solar berlaku, Kandar mengaku kesulitan untuk mendapatkan BBM.Ia yang kesehariannya bekerja membawa truk pengangkut tanah pun terpaksa antre pada malam hari demi dapat bekerja untuk pagi nanti."Kalau enggak mengisi (solar), malam ini, besok enggak kerja. Sebetulnya sebelum ada aturan ini memang antre panjang juga. Tapi, dibatasi cuma boleh malam hari, ya malah tambah parah," ujarnya.Hal yang sama dikeluhkan oleh Amar (36), salah satu sopir angkot. Karena pembatasan penjualan solar, ia pun kesulitan mendapatkan BBM untuk menarik angkot."Ini bukan tambah teratur, malah tambah parah macetnya karena antrean. Kami juga sebagai sopir angkot kesulitan bila dibatasi seperti ini," keluh Amar.Amar berharap kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Sumsel ini dapat ditinjau kembali agar tidak menimbulkan kesulitan bagi sopir angkot maupun truk yang membutuhkan solar.


(prf/ega)