Jadwal Hari Libur Nasional Desember 2025, Lengkap Cuti Bersama dan Libur Sekolah

2026-02-03 09:30:04
Jadwal Hari Libur Nasional Desember 2025, Lengkap Cuti Bersama dan Libur Sekolah
- Masyarakat yang berencana liburan pada akhir tahun 2025 perlu mencatat jadwal hari libur nasional Desember 2025, termasuk cuti bersama dan libur sekolah.Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama Desember 2025 dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.Sementara untuk libur sekolah Desember 2025, setiap pemerintah daerah telah merilis jadwal libur semester ganjil 2025-2026 tersebut.Untuk itu, jadwal libur nasional Desember 2025 perlu diketahui dalam rangka merencanakan agenda liburan bersama keluarga.Baca juga: Libur Nataru 2025 Berapa Hari? Catat TanggalnyaMerujuk SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, terdapat satu hari libur nasional dan satu hari libur cuti bersama pada Desember 2025, yakni:Dengan demikian, para ASN dan karyawan swasta setidaknya memiliki dua hari libur pada Nataru 2025.Itu bisa ditambah dengan libur akhir pekan yang jatuh pada Sabtu dan Minggu .Baca juga: Kalender Januari 2026: Lengkap Tanggal Merah Libur Nasional, Long Weekend, dan Hari Besar NasionalSetiap pemerintah daerah telah merilis jadwal libur sekolah semester ganjil 2025-2026 di dalam kalender pendidikannya.Jadwal libur sekolah Desember 2025 dalam rangka libur semester di setiap daerah berbeda-beda.Namun secara umum, libur sekolah dimulai akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Durasi liburnya ada yang mencapai 2 minggu. Ini bertepatan dengan libur Nataru 2025.Baca juga: Kalender 2026: Daftar Bulan Tanpa Hari Libur Nasional dan Cuti BersamaUntuk lebih jelasnya, berikut jadwal libur sekolah Desember 2025 di setiap provinsi:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-03 07:59