– Sempat tertunda setidaknya 5 bulan, buku penulisan ulang sejarah Indonesia berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" akhirnya dirilis.Penulisan buku tersebut melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan non universitas. Ada 20 editor yang terlibat dalam buku yang terdiri dari 10 jilid tersebut.Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., mengungkapkan penulisan buku mengalami lonjakan ketebalan dan itu di luar perhitungan penulis."Begitu semangatnya," cetusnya dalam cara peluncuran yang bertepatan dengan perayaan Hari Sejarah Nasional di gedung Kementerian Kebudayaan pada Minggu . "Hasilnya di luar dugaan, yang rencananya itu hanya 5.000 halaman, ini melonjak menjadi 7.958 halaman," ungkapnya seraya mengatakan bahwa fokus buku itu adalah reinventing Indonesian identity.Baca juga: Sejarah Baru, Pertama Kalinya Kongres Nasional Bahasa Indonesia 2025 Digelar di AustraliaDalam buku ini, Indonesia digambarkan sebagai wilayah yang sejak awal memiliki komunikasi dan interelasi antarsuku bangsa, kemudian terhubung secara aktif dengan jaringan pelayaran dan perdagangan internasional.Mulai dari interaksi dengan India, China, Persia, hingga jejaring maritim dengan Timur Tengah yang kemudian membentuk kebudayaan Nusantara yang sangat khas dan berbeda dengan kawasan lain.Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dirinya belum membaca satu halaman pun dari buku setebal hampir 8.000 halaman tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya memberi ruang bagi sejarawan untuk menulis dan merawat memori kolektif bangsa.“Kita memfasilitasi para sejarawan untuk menulis sejarah. Kalau sejarawan tidak menulis sejarah, lantas bagaimana kita merawat memori kolektif bangsa kita,” ujar Fadli.Penulisan ulang sejarah Indonesia ini sempat menuai kritik dan penolakan dari sebagian masyarakat. Meski demikian, Fadli menekankan bahwa pembaruan buku sejarah penting dilakukan, mengingat penulisan sejarah nasional terakhir dilakukan sekitar 26 tahun lalu.Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dirilis, Setebal 7.958 Halaman
(prf/ega)
Pembengkakan Halaman Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Editor Ungkap Kisahnya
2026-01-12 02:29:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:19
| 2026-01-12 02:00
| 2026-01-12 01:35
| 2026-01-12 01:19
| 2026-01-12 01:04










































