Update Banjir Aceh Utara: 154 Tewas, 10 Warga Belum Ditemukan

2026-01-12 11:09:30
Update Banjir Aceh Utara: 154 Tewas, 10 Warga Belum Ditemukan
ACEH UTARA, – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, melansir data korban jiwa akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025 yang terus bertambah.Data terakhir, Rabu pukul 15.00 WIB, menyebutkan jumlah korban jiwa sebanyak 154 orang dan warga yang hilang sebanyak 10 orang.Ratusan pesantren rusak dengan rincian 9 rusak berat, 7 rusak ringan, dan 196 rusak sedang.Selain itu, puluhan rumah ibadah juga rusak dengan rincian 4 pesantren rusak berat, 50 rusak ringan, 10 rusak sedang, dan 16 rusak ringan.Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyebutkan bahwa operasi pencarian terus dilakukan.Dia mengapresiasi kinerja SAR, PMI, Basarnas, serta tim gabungan lainnya untuk menemukan korban meninggal dunia.Baca juga: Kapolda Aceh Ungkap Detik-detik Masuk Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Anggota Hilang"Titik pengungsi saat ini tersisa 311 titik. Sebagian pengungsi sudah pulang ke rumah untuk membersihkan lumpur sisa banjir," terang pria yang akrab disapa Ayahwa ini kepada Kompas.com.Dia juga menyebutkan bahwa upaya pencarian korban terus dilakukan.Setiap ada informasi dari masyarakat, tim gabungan langsung diturunkan."Kami apresiasi partisipasi aktif masyarakat melaporkan dugaan masih ada jenazah di lokasi tertentu. Begitu ada informasi, tim gabungan langsung turun dan melakukan pencarian," katanya.Baca juga: Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Ditolong Warga Binaan yang Divonisnya Sebelumnya diberitakan bahwa banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.Daerah terparah ialah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-12 11:00