Indonesia Kecam Keras Penembakan Bondi Beach, KJRI Imbau WNI Waspada

2026-01-31 13:01:56
Indonesia Kecam Keras Penembakan Bondi Beach, KJRI Imbau WNI Waspada
SYDNEY, - Indonesia mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi Pantai Bondi di Sydney, Australia, Minggu , yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui akun media sosial resmi di X, Jakarta, Senin .Kemenlu RI juga mengatakan, Indonesia menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada keluarga dan sahabat para korban, dan mendoakan mereka yang terluka.Baca juga: Inilah Sosok Ayah-Anak Pelaku Penembakan Bondi Beach, Pamitnya Pergi Mancing"Indonesia menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini," menurut pernyataan Kemlu RI.Ungkapan belasungkawa kami yang mendalam kepada keluarga dan sahabat para korban, serta turut mendoakan para korban yang mengalami luka-luka.Indonesia menyampaikan rasa solidaritas kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini.Sebelumnya, terjadi penembakan di Pantai Bondi di Sydney, Australia, yang menyebabkan 16 orang tewas dan 40 lainnya terluka.Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Sydney pun telah mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap waspada menyusul penembakan di Pantai Bondi tersebut."KJRI Sydney mengimbau WNI di wilayah New South Wales untuk tetap waspada, menghindari lokasi kejadian, dan mengikuti arahan otoritas Australia,” demikian pernyataan tertulis Kemenlu RI, dikutip dari Antara.Kemenlu RI dan KJRI Sydney menyatakan, akan terus mengamati dengan serius peristiwa tersebut serta terus berkoordinasi dengan erat otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi.Sementara itu, Kepolisian New South Wales (NSW) menyampaikan bahwa terduga pelaku penembakan merupakan ayah dan anak.Menurut Kepolisian New South Wales, terduga pelaku adalah dua orang pria yang masing-masing berusia 50 tahun dan 24 tahun."Pria berusia 50 tahun telah meninggal dunia, sedangkan pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit," kata Komisaris Kepolisian NSW Mel Lanyon.Ia menambahkan berdasarkan penyelidikan polisi, hanya dua orang yang terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut.Baca juga: Pahlawan Penembakan Bondi: Ahmed El Ahmed, Penjual Buah yang Terjang Pelaku Tanpa MelukaiAFP/DAVID GRAY Bendera Australia dan bendera Aborigin berkibar setengah tiang di Sydney Harbour Bridge untuk mengenang para korban penembakan Bondi Beach pada Senin . Penembakan pada Minggu itu menewaskan 15 orang dan satu pelaku, melukai puluhan korban.Australia akan mengibarkan bendera setengah tiang setelah penembakan massal di Bondi Beach.Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang tersebut menjadi tanda berkabung nasional atas korban tewas dalam penembakan."Bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri hari ini sebagai penghormatan kepada semua yang meninggal dan semua yang terluka," kata Albanese, Senin .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-31 11:35