Izin ke Kamar Mandi, Tahanan Polres Rokan Hilir Melarikan Diri

2026-01-12 04:38:06
Izin ke Kamar Mandi, Tahanan Polres Rokan Hilir Melarikan Diri
PEKANBARU, – Seorang tahanan Polres Rokan Hilir (Rohil), Riau, melarikan diri saat meminta izin ke kamar mandi. Tahanan berinisial H tersebut kabur pada Rabu sekitar pukul 10.40 WIB.Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto mengatakan, H merupakan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan."Benar, tahanan Polres Rohil melarikan diri berinisial H. Yang bersangkutan sebelumnya ditahan terkait perkara pencurian dengan pemberatan," ujar Anom kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Kamis .Baca juga: Dedi Mulyadi Kawal Kasus Ibu Menyusui Jadi Tahanan Kota di KarawangAnom menjelaskan, sebelum kejadian, tersangka H bersama dua tahanan lainnya dibawa dari ruang tahanan Sat Tahti menuju Ruang Unit I Pidum Satreskrim Polres Rokan Hilir untuk kepentingan pemeriksaan dengan pengawalan petugas.Saat berada di lokasi pemeriksaan, tersangka H meminta izin kepada petugas untuk ke kamar mandi. Namun, setelah beberapa menit, yang bersangkutan tidak kunjung keluar dan tidak merespons saat dipanggil.Petugas kemudian melakukan pengecekan dan mendapati tersangka H sudah tidak berada di dalam kamar mandi."Saat itu diketahui yang bersangkutan telah melarikan diri melalui jendela kamar mandi," sebut Anom.Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan jendela kamar mandi dalam kondisi terbuka serta pakaian tahanan yang ditinggalkan di lokasi.Saat ini, Polres Rohil bersama Polda Riau tengah melakukan pencarian intensif terhadap tersangka yang melarikan diri tersebut."Langkah-langkah kepolisian sudah dilakukan, mulai dari pencarian, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pendalaman terkait prosedur pengamanan. Seluruh proses ini akan dievaluasi secara menyeluruh," terang Anom.Ia menambahkan, Polda Riau berkomitmen menangani peristiwa ini secara profesional dan transparan, termasuk melakukan evaluasi internal terhadap personel serta sistem pengamanan."Polda Riau memastikan penanganan dilakukan secara serius. Setiap kejadian menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengamanan dan pelayanan kepolisian ke depan," jelas Anom.Sementara itu, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni belum memberikan respons saat dikonfirmasi Kompas.com terkait kasus tersebut.


(prf/ega)