Alasan Mendikdasmen Berpidato Pakai Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO

2026-01-12 04:51:57
Alasan Mendikdasmen Berpidato Pakai Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berpidato menggunakan bahasa Indonesia di Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).Hal itu dilakukan Mu'ti karena bahasa Indonesia untuk pertama kalinya digunakan sebagai bahasa kerja dalam sidang umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari UNESCO dan semua negara anggota yang telah mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023.Dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mu'ti menjelaskan, bahwa bahasa Indonesia telah lama berfungsi sebagai jembatan kesatuan di seluruh archipelago Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 700 bahasa lokal, dan 1.300 etnik.Baca juga: Mendikdasmen Sebut TKA sebagai Alat untuk Bangkitkan Motivasi Belajar SiswaSementara melalui sidang umum UNESCO ini bahasa Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di dunia internasional sebagai jembatan pengetahuan antara negara.Sebelumnya diberitakan, dalam paparannya pada sidang umum UNESCO Mu'ti menjelaskan berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia.Mu'ti juga menegaskan bahwa, tantangan global tidak semata-mata terletak pada kekuasaan atau ekonomi.Tetapi juga pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi yang membebaskan."Nilai-nilai mendasar inilah, yang membawa Indonesia pada penegasan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," kata Mu'ti dikutip dari akun YouTube resmi UNESCO, Selasa .Baca juga: Petisi Tolak TKA Tembus 200 Ribu Tanda Tangan, Mendikdasmen: The Show Must Go OnDok. Kemendikdasmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu?ti saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku ?Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu?ti? di Jakarta, Senin .Mu'ti menjelaskan, pemerintah Indonesia baru saja meluncurkan kebijakan yang disebut Pendidikan Bermutu untuk Semua yang merupakan pelaksanaan konstitusi dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan jalan menuju kemanusiaan yang adil dan beradab.Pemerintah juga meluncurkan Gerakan Semesta untuk mempercepat pencapaian Tujuan Keempat dalam Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).Kemudian memberitahu bahwa Indonesia mulai mengenalkan pembelajaran kecerdasan artifisial (AI), coding, serta penguatan pendidikan karakter.Berikutnya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru sebagai agen pembelajaran dan sebagai agen peradaban melakukan pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis (MBG).Mu'ti juga menyampaikan pemerintah Indonesia juga meluncurkan dan mengembangkan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.Baca juga: Mendikdasmen Pidato dengan Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCOMelalui berbagai kebijakan tersebut, Mu'ti menegaskan, angka partisipasi sekolah anak usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun di Indonesia masing-masing telah mencapai 99,19 persen dan 96,17 persen."Presiden Prabowo juga meluncurkan program digitalisasi pendidikan dan rumah pendidikan sebagai upaya memberikan layanan pendidikan bermutu bagi anak-anak di daerah terpencil," pungkas Mu'ti.


(prf/ega)