Menko PMK Pratikno: Lebih dari 500.000 Ton Bantuan Telah Dikirim ke Lokasi Banjir di Sumatra

2026-01-11 23:42:51
Menko PMK Pratikno: Lebih dari 500.000 Ton Bantuan Telah Dikirim ke Lokasi Banjir di Sumatra
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan sebanyak 500.000 ton bantuan telah disalurkan ke lokasi-lokasi banjir di Sumatra, termasuk daerah yang terisolasi.Bantuan tersebut berisi paket sembako, makanan siap saji, tenda, selimut, hingga obat-obatan untuk korban terdampak banjir."Kita telah mengirimkan lebih dari 500.000 ton bantuan dari berbagai pihak, baik itu paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut serta bantuan langsung lainnya untuk warga terdampak. Termasuk untuk daerah yang jalur aksesnya terputus," kata Pratikno dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu .AdvertisementDalam beberapa hari terakhir, struktur komando terus diperkuat untuk memastikan kelancaran distribusi logistik. Pesawat angkut A-400 diterjunkan untuk mobilisasi logistik berskala besar. Lebih 50 helikopter milik TNI, Polri, dan BNPB juga digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi.Pesawat angkut CN-295 dan C-130 J Hercules milik TNI AU turut dikerahkan. Pesawat-pesawat tersebut telah mengirimkan bantuan logistik ke beberapa wilayah terisolasi seperti Aceh Tamiang dan Langsa."Didukung juga oleh pengiriman logistik melalui jalur laut dengan kapal angkut TNI AL. TNI, Polri dan instasi pemerintah yang lain juga telah mendirikan posko logistik, posko kesehatan, dan dapur lapangan di lokasi-lokasi yang dibutuhkan," jelas Pratikno.Selain itu, dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan makanan untuk para warga terdampak bencana. BUMN bergerak cepat untuk membuka layanan publik seperti telekomunikasi, bahan bakar minyak (BBM), dan kelistrikan."Targetnya dalam 100 hari dan dalam satu tahun, publik dapat mengawasi capaian secara terukur. Fokus pemerintah bukan hanya membagi bantuan logistik seperti beras dan mie instan, tetapi menjaga semua warga agar punya harapan untuk membangun kembali kehidupan," tutur Pratikno. 


(prf/ega)