PATI, - Sejumlah guru honorer di SMA Negeri (SMAN) di Kabupaten Pati akan menghentikan aktivitas mengajarnya mulai awal 2026.Hal ini disebabkan oleh ketidaklulusan mereka dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.Mereka yang tidak lulus seleksi, hanya diperbolehkan bekerja hingga 31 Desember 2025 berdasarkan Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/800/1616/2025 tentang Penegasan Status Tenaga Non-ASN Pasca Pelaksanaan Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2024.Baca juga: Baru Saja Dilantik, 2.018 PPPK Kulon Progo Langsung Pecahkan Rekor Dunia Lewat MacapatSetelah tanggal tersebut, kepala sekolah dilarang mempekerjakan tenaga honorer dan tidak diperkenankan menganggarkan gaji mereka.Kebijakan ini berdampak langsung pada sejumlah guru honorer di Kabupaten Pati, salah satunya adalah Zunaidi (bukan nama asli), seorang guru berusia 39 tahun yang telah mengabdi sejak 2009 di salah satu SMAN di wilayah tersebut.Selama 16 tahun mengajar, Zunaidi mengaku tidak pernah membayangkan harus mengakhiri pengabdiannya secara tiba-tiba.Namun, setelah terbitnya aturan tersebut, ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk berhenti mengajar.“Saya terpaksa pensiun dini,” ucapnya saat ditemui pada Sabtu .Ia menceritakan bahwa beberapa waktu lalu dirinya dipanggil oleh kepala sekolah.Bukan untuk membahas kegiatan belajar-mengajar atau perkembangan siswa, melainkan untuk menyampaikan keputusan yang mengacu langsung pada surat edaran tersebut.Pihak sekolah menyatakan tidak lagi bisa memberikan jam mengajar maupun menggaji dirinya karena terikat aturan.“Karena tidak ada jam mengajar dan tidak dianggarkan gaji, artinya saya harus keluar,” tutur Zunaidi, yang merupakan ayah dari tiga anak.Bagi Zunaidi, kebijakan ini terasa sangat berat.Ia mengaku telah mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan.Baca juga: Nasib Abu-abu Tenaga Honorer di Magelang usai Gagal Jadi PPPK Paruh WaktuBahkan, hingga akhir masa tugasnya, ia masih mengemban amanah sebagai wali kelas.
(prf/ega)
Cerita Guru Honorer di Pati Mengabdi 16 Tahun, Gagal PPPK Paruh Waktu: "Berat tapi Hidup Harus Berjalan"
2026-01-12 17:06:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:15
| 2026-01-12 16:37
| 2026-01-12 15:39
| 2026-01-12 15:15










































