Telkom (TLKM) Beberkan Progres Spin-Off Anak Usaha TIF, Target Rampung Penuh 2026

2026-01-12 05:16:19
Telkom (TLKM) Beberkan Progres Spin-Off Anak Usaha TIF, Target Rampung Penuh 2026
JAKARTA, - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membeberkan progres terkini pemisahan (spin-off) bisnis wholesale fiber connectivity ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau Infranexia. Aksi korporasi strategis ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 2026. Seluruh portofolio bisnis wholesale fiber milik Telkom akan dialihkan kepada Infranexia, yang 99,99 persen sahamnya dimiliki perseroan. Spin-off ini menjadi strategi Telkom sebagai holding untuk memperjelas struktur bisnis sekaligus membuka ruang peningkatan nilai (value unlock) aset infrastruktur digital. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengatakan bahwa Infranexia saat ini masih berperan sebagai managed service operator yang mengelola operasional jaringan fiber milik Telkom, sementara asetnya masih tercatat di induk usaha. Dalam posisi ini, Infranexia mengelola layanan, pemeliharaan jaringan, hingga penyediaan konektivitas untuk unit-unit Telkom Group seolah-olah menjadi pengelola penuh, namun belum menjadi pemilik aset. “Sekarang tuh Infranexia managed service operator kita. Jadi asetnya parent (induk usaha) yang punya, tapi yang operasikan mereka. Nah jadi dua tahun ini mereka kayak learning and warming up period gitu loh,” ujar Angelo dalam acara Business Update Strategi Telkom 2030 dan Silaturahmi Media di Telkom Landmark Tower 2, Jakarta Selatan, Senin . Baca juga: Isu Merger GOTO-Grab, Telkom: Kami Blum Punya Direction Tertentu... Perubahan peran Infranexia diperkirakan akan mulai terjadi pada Desember tahun ini dan diharapkan sudah sepenuhnya berjalan sebelum semester pertama tahun depan. Pada fase tersebut, Infranexia tidak lagi hanya berfungsi sebagai operator, tetapi beralih menjadi pemilik aset. Artinya, seluruh aset fiber yang selama ini tercatat di induk akan dipindahkan dan dimiliki langsung oleh Infranexia. Transformasi ini menjadi tahap paling penting dari keseluruhan spin-off karena menandai peralihan penuh tanggung jawab dan kepemilikan. “Baru Desember tahun ini dan juga hopefully, sebelum first half (paruh pertama) tahun depan mereka menjadi owner of the asset. Bukan hanya menjadi operator tapi juga jadi owner of the asset. Nah itu poin pertamanya dari segi transaksinya,” paparnya. Baca juga: Telkom Bakal Gelar RUPSLB, Akan Pisahkan Anak Usaha hingga Rombak Direksi-Komisaris Berdasarkan paparan manajemen TLKM, proses pemisahan aset dibagi ke dalam dua tahap utama sepanjang 2025–2026. Pada kuartal I-2025, Telkom menyelesaikan penilaian awal aset dan model bisnis yang akan dipisahkan, termasuk identifikasi aset fiber, pelanggan wholesale, dan struktur operasional yang akan dialihkan. Memasuki kuartal II, Telkom menetapkan keputusan strategis mengenai aset yang masuk ke spin-off tahap pertama dan memulai persiapan legal serta aksi korporasi pendukung. Pada kuartal III, valuasi final atas portofolio fiber diselesaikan dan dibawa ke persetujuan dewan direksi dan komisaris. Tahap pertama spin-off difinalisasi pada kuartal IV-2025, ditandai dengan penandatanganan agreement signing alias kesepakatan perjanjian dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 12 Desember 2025. Baca juga: Yohanes Surya Mengundurkan Diri dari Jabatan Komisaris Independen Telkom (TLKM)


(prf/ega)