– Suasana duka menyelimuti ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat cabang olahraga terjun payung. Insiden maut terjadi di Bandara Nusawiru, Kabupaten Pangandaran, pada Selasa siang.Akibat perubahan cuaca ekstrem di ketinggian, dua atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung jatuh ke perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi.Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya terkonfirmasi meninggal dunia.Peristiwa nahas ini bermula saat lima atlet terjun payung lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha.Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa saat para atlet melakukan sesi free fall pada ketinggian sekitar 10.000 feet, terjadi perubahan arah dan kecepatan angin yang signifikan secara mendadak."Kondisi itu menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan keluar dari Drop Zone (DZ) yang telah ditentukan," ujar Andri melalui keterangan tertulis, Selasa.Sebanyak tiga atlet, yakni Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni, berhasil melakukan pendaratan darurat di sekitar Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat.Namun, dua atlet senior lainnya terhempas hingga jatuh ke tengah laut.Baca juga: Kronologi Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet Meninggal Usai Jatuh ke LautSeorang nelayan setempat, Dadan Hidayat (51), menjadi saksi mata detik-detik jatuhnya para atlet ke perairan Bojongsalawe. Dadan menuturkan, ia melihat gerakan turun yang tidak wajar dari dua penerjun tersebut meski parasut mereka terlihat mengembang."Penerjun yang pertama itu paling cepat turunnya ke bawah, kemudian disusul oleh satu penerjun lagi. Turunnya agak cepat, berbeda dari penerjun yang lain," kata Dadan saat memberikan kesaksian di lokasi kejadian.Melihat kondisi tersebut, Dadan dan nelayan lainnya segera memacu perahu mereka untuk memberikan pertolongan.Namun, faktor jarak dan kecepatan jatuh membuat upaya penyelamatan awal terhambat."Mau dikejar tapi keburu tenggelam. Kalau yang satu lagi terlihat ada perahu yang datang untuk mengevakuasi," ucap Dadan.Berdasarkan data dari Polres Pangandaran dan KONI Jawa Barat, kedua korban meninggal dunia adalah atlet senior berpengalaman:Baca juga: Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran: 2 Atlet Meninggal, 3 SelamatKetua Umum KONI Jabar, Budiana, menyatakan bahwa kedua korban merupakan sosok berjasa di dunia olahraga dirgantara. Meski usia mereka sudah senior, keduanya adalah atlet aktif yang sering mengikuti kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
(prf/ega)
Kesaksian Nelayan Detik-detik Jatuhnya Atlet Terjun Payung di Pangandaran: Turunnya Cepat Sekali...
2026-01-11 03:13:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:58
| 2026-01-11 02:57
| 2026-01-11 02:26
| 2026-01-11 02:14
| 2026-01-11 01:57










































