Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...

2026-02-04 09:26:53
Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...
- Warga Palestina di Betlehem akhirnya bisa merayakan Natal secara meriah untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.Sejak Oktober 2023, suasana muram mewarnai perayaan Natal di tempat kelahiran Yesus Kristus itu, seiring serangan Israel di Gaza.Suara genderang dan seruling yang memainkan lagu-lagu Natal populer, memenuhi udara Betlehem, seperti diberitakan AFP, Kamis .Umat Kristen dari usia muda hingga tua ramai-ramai menuju Manger Square di pusat kota."Hari ini penuh sukacita karena kami sebelumnya tidak bisa merayakan (Natal) karena perang," kata Milagros Anstas (17) yang mengenakan seragam kuning dan biru kelompok pramuka Salesian Bethlehem.Baca juga: Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...Ratusan orang ikut serta dalam pawai menyusuri Jalan Bintang yang sempit di Betlehem, sementara kerumunan padat berkumpul di alun-alun.Para pria yang berpakaian seperti Santa Claus menjual apel karamel dan mainan. Banyak keluarga berfoto di depan adegan kelahiran Yesus yang dibingkai oleh bintang raksasa.Saat malam tiba, lampu warna-warni bersinar di atas Manger Square. Sebuah pohon Natal menjulang tinggi berkilauan di samping Gereja Kelahiran Yesus.Basilika ini berasal dari abad keempat dan dibangun di atas sebuah gua yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus lebih dari 2.000 tahun yang lalu.Baca juga: Di Depan Investor, AS Mau Ubah Gaza Jadi Resor FuturistikWarga Bethlehem berharap, kembalinya perayaan Natal akan menghidupkan kembali kota tersebut."Kita perlu menyampaikan pesan ini ke seluruh dunia dan ini satu-satunya cara," kata George Hanna, dari kota tetangga Beit Jala."Apa artinya Natal tanpa perayaan?" sambungnya.Gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas telah menghentikan pertempuran skala penuh di Betlehem sejak Oktober."Tahun ini kita menginginkan Natal yang penuh cahaya karena inilah yang kita butuhkan setelah dua tahun dalam kegelapan," kata Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, sebelum memimpin Misa Tengah Malam di Gereja Kelahiran.Baca juga: Di Venezuela Natal Dimulai 1 Oktober, Tergantung Keinginan PresidenTokoh agama senior itu mengunjungi Gaza yang dilanda perang pada akhir pekan, memimpin Misa Natal di Paroki Keluarga Kudus di Kota Gaza pada Minggu.Kepada kerumunan di Manger Square, dia mengaku telah menyaksikan "bencana" di wilayah Palestina, tetapi juga semangat ketahanan."Situasinya benar-benar mengerikan. Tapi saya juga melihat di sana keinginan untuk hidup, seperti di sini. Di tengah kehampaan, mereka mampu merayakan," ujarnya.Carmelina Piedimonte, yang melakukan perjalanan ke Betlehem dari Italia sebagai bagian dari kelompok Katolik, mengatakan bahwa menyaksikan perayaan Natal di Tepi Barat yang diduduki telah memberinya harapan."Jika di dalam hatimu ada cinta, maka mungkin untuk memiliki dunia tanpa perang," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 07:24