TEMANGGUNG, - Tangis tak tertahan mengalir dari Ismi saat melihat adiknya, Seni, melalui layar ponsel setelah bertahun-tahun tidak ada kabar.Di sisi lain, Seni, warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih mengingat kakaknya dan sejumlah kerabat lainnya.Momen emosional ini terjadi saat video call di rumah Walmi, istri Ismi, di Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu.Baca juga: Dulu TKW di Taiwan, Pulang ke Kebumen Jadi Leader Investasi NWS, Kini Jadi Tersangka"Yang (dia) tidak ingat anaknya karena pas ditinggal usianya 3,5 tahun. Anaknya juga sudah punya istri dan anak," ujar Walmi kepada Kompas.com, Senin .Anak Seni, Riki Alfian, kini telah berkeluarga.Seni, perempuan berusia 47 tahun, diduga menjadi korban eksploitasi berat selama lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Malaysia.Selama masa kerjanya, ia tidak dibayar dan mengalami penganiayaan.Ketua RT 003 Dusun Letih, Slamet, yang turut hadir dalam video call tersebut, mengaku terkejut dengan penampilan Seni yang kini berbeda.Baca juga: WNI Asal Temanggung Kerja 20 Tahun Lebih di Malaysia Tanpa Gaji"Rambutnya dulu panjang, sekarang pendek (sebahu). Di sini (bibir) juga ada ciri-ciri seperti (bibir) sumbing, tadinya tidak ada," tuturnya kepada Kompas.com.Dalam foto keluarga yang diambil di rumah Walmi, Seni tampak mengenakan kaus berwarna hijau semangka dan rok hitam beraksen putih, berpose bersama Amat Asri (ayah), Tumirah (ibu sambung), dan Iswati (kakak).Ruwan, tetangga Seni yang juga masih berhubungan keluarga, mengungkapkan bahwa sekitar tiga tahun setelah tiba di Malaysia, Seni masih bisa dihubungi oleh suami dan orang tuanya.Namun, setelah itu, kabar tentangnya menghilang."Setelah dengar kabar bahwa selamat, sempat tidak percaya," katanya.Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktharudin, menyatakan bahwa kasus eksploitasi berat terhadap Seni menjadi perhatian serius Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).Baca juga: Selain Kerja 20 Tahun Tanpa Gaji di Malaysia, Seni Juga Disiksa Majikan"Negara tidak akan tinggal diam ketika ada pekerja migran Indonesia yang dieksploitasi atau diperlakukan tidak manusiawi di luar negeri. Kami memastikan negara hadir," bebernya dalam siaran pers.Kepolisian Malaysia telah menangkap dua terduga pelaku eksploitasi dan penyiksaan terhadap Seni, yaitu pasangan suami istri Azhar Mat Taib dan Zuzian Mahmud.Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal lima tahun, termasuk hukuman cambuk.
(prf/ega)
Tangis Keluarga Pecah Saat Lihat Seni, TKW asal Temanggung yang Kerja 20 Tahun di Malaysia Tanpa Gaji
2026-01-12 06:52:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:44
| 2026-01-12 07:32
| 2026-01-12 06:12
| 2026-01-12 05:47










































