PROVIDENCE, - Claudio Neves Valente datang ke Amerika Serikat (AS) sebagai mahasiswa fisika yang ambisius di Brown University.Akan tetapi, hidupnya berakhir tragis setelah ia menembak mati dua mahasiswa kampus Ivy League tersebut, serta seorang profesor Massachusetts Institute of Technology (MIT), kemudian bunuh diri saat bersembunyi dari polisi.Pihak berwenang menyebut Valente, warga negara Portugal berusia 48 tahun, menembak mahasiswa Brown Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov serta melukai beberapa orang lain pada 13 Desember 2025.Baca juga: Penembakan di Brown University AS, 2 Orang Tewas dan 8 KritisDua hari kemudian, Valente mendatangi rumah profesor MIT Nuno Loureiro dan menembaknya hingga tewas, sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.Kantor Kepala Pemeriksa Medis merilis hasil otopsi pada Jumat , yang menyatakan Neves Valente meninggal akibat luka tembak di kepala, dan cara kematiannya adalah bunuh diri.Pemeriksa medis memperkirakan Valente meninggal pada 16 Desember, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi.Pada hari yang sama, pejabat federal merilis hasil awal pengujian balistik dan DNA terkait rangkaian penembakan tersebut.“Dua pistol 9 mm ditemukan di New Hampshire bersama jenazah,” demikian pernyataan bersama FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, dan Senjata Api Amerika Serikat (ATF), dikutip dari kantor berita AFP.Baca juga: Tersangka Penembakan Brown University AS Ditangkap, Senjata Tak DitemukanSalah satu senjata api tersebut berkorelasi positif dengan senjata api yang digunakan dalam penembakan massal di Universitas Brown, sedangkan senjata lainnya berkorelasi positif dengan pembunuhan profesor MIT, Nuno Loureiro.Pernyataan FBI-ATF juga menyebutkan, pengujian DNA cepat telah mencocokkan Neves Valente dengan DNA yang ditemukan dari barang bukti di Brown University.Pihak berwenang tidak merinci apakah salah satu senjata yang ditemukan digunakan Valente untuk bunuh diri, sehingga menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab.Hingga kini, motif pembunuhan tersebut belum diungkapkan secara resmi. Aparat menduga Valente tidak memiliki hubungan pribadi dengan para mahasiswa korban.Kasus ini pun mencoreng reputasi dua universitas elite di New England yang selama ini dikenal sebagai institusi akademik terhormat.Baca juga: Penembak Brown University AS Masih Buron, yang Ditangkap Ternyata Bukan PelakuDEPARTEMEN KEPOLISIAN PROVIDENCE via AFP Tangkapan layar dari video CCTV memperlihatkan tersangka penembakan Brown University berpakaian serba hitam berjalan di jalan dekat kampus Ivy League itu pada Sabtu .Media Portugal, Expresso, melaporkan bahwa Valente berasal dari Torres Novas, Portugal bagian tengah, dan pernah menempuh pendidikan di Instituto Superior Tecnico (IST) Lisbon.Valente diketahui kuliah di IST Lisbon pada periode yang sama dengan Loureiro, profesor MIT yang menjadi korban terakhir.
(prf/ega)
Kasus Penembakan Brown University Ditutup, Motif Pelaku Tak Terpecahkan
2026-01-12 05:12:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 03:28










































