5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti Perusahaan Sawit, Walhi Minta Investigasi

2026-02-02 18:16:15
5 Petani di Bengkulu Selatan Ditembak Sekuriti Perusahaan Sawit, Walhi Minta Investigasi
BENGKULU, – Lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, ditembak oleh oknum keamanan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) pada Senin .Direktur Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangani kasus ini.“Senin, 24 November 2025. Hari ini lima orang Petani Pino Raya, Bengkulu Selatan ditembak oleh pihak keamanan Perusahaan Sawit PT Agro Bengkulu Selatan. Akibat penembakan tersebut lima orang Petani mengalami luka berat," tulis Dodi dalam rilis yang diterima Kompas.com, SeninBaca juga: Konflik Agraria Perkebunan Sawit, 5 Petani di Bengkulu Ditembak Kemanan Perusahaan"Sebelum kejadian ini para petani berulang kali mengalami teror berupa perusakan pondok dan tanaman pertanian warga. Bahkan masyarakat berulangkali mengalami kriminalisasi,” imbuhnya.Ia menyebut penembakan ini tidak bisa dilepaskan dari konflik agraria yang berlangsung sejak terbitnya SK Bupati Bengkulu Selatan Nomor 503/425 Tahun 2012 yang memberikan izin lokasi perkebunan seluas 2.950 hektare kepada PT ABS.Berdasarkan keterangan masyarakat, keributan terjadi saat petani kembali mendapati bulldozer perusahaan merusak tanaman mereka. Sekitar pukul 12.45 WIB, satu anggota keamanan perusahaan diduga menembak seorang petani bernama Buyung di bagian dada.Baca juga: Kronologi Penembakan Petani Pino Raya oleh Keamanan Perusahaan SawitTembakan berikutnya mengenai empat petani lainnya, yakni Linsurman di bagian dengkul, Edi Hermanto di bagian paha, Santo di bagian rusuk bawah ketiak dan Suhardin di bagian betis.Warga kemudian menangkap pelaku penembakan yang diduga bernama Ricky, sementara korban dilarikan ke rumah sakit.Walhi Bengkulu meminta lima langkah penanganan, mulai dari pengusutan kepemilikan senjata api, perlindungan terhadap korban dan keluarga, hingga penyelesaian konflik agraria serta pencabutan izin PT ABS.Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com belum berhasil meminta tanggapan dari pihak manajemen PT ABS.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 17:06