Menteri Maman: Kopling 2025 Jadi Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif

2026-02-01 15:51:47
Menteri Maman: Kopling 2025 Jadi Wadah Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif
– Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa sinergi antara pelaku UMKM dan musisi diperlukan sebagai kekuatan ekonomi kreatif nasional.Salah satu wujudnya, kata dia, melalui penyelenggaraan festival musik Koplo Keliling (Kopling) 2025.“Anak-anak bangsa, teman-teman UMKM, dan pegiat seni menginisiasi Kopling 2025 untuk menunjukkan bahwa musik koplo identik dengan semangat UMKM kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Maman saat membuka Kopling 2025 di Gambir Expo, Jakarta, Sabtu , seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers, Minggu .Dengan mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar”, Kopling 2025 menghadirkan kolaborasi antara pelaku usaha, seniman, dan mitra industri, di antaranya Gajah Muda Entertainment, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta sejumlah sponsor lain.Maman menilai, kegiatan ini mampu menciptakan ekosistem baru yang mempertemukan pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif secara sinergis.“Acara seperti ini (berhasil) membangun ekosistem baru. Kami berharap, Kopling dapat digelar setiap tahun di berbagai daerah dan menjadi ruang kreatif bersama teman-teman UMKM,” ujarnya.Selama dua hari penyelenggaraan, mulai Sabtu hingga Minggu , Kopling 2025 menampilkan 192 tenant UMKM dan lebih dari 30 musisi.Sejumlah nama besar turut meramaikan panggung. Beberapa di antaranya adalah Maliq & D’Essentials, Danilla, The Changcuters, Warga Koplo, Della Monica, For Revenge, Guyon Waton, dan NDX AKA.Selain pertunjukan musik, Kopling juga menghadirkan Ngobrol Stage yang berisi diskusi inspiratif bersama CNN, Rio Adiwardhana, dan Randa Oktovandy.Maman melanjutkan, keberadaan musisi dan seniman, termasuk musisi koplo, merupakan bagian integral dari sektor ekonomi kreatif yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.“Musik bukan sekadar karya seni dan hiburan, melainkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Musik membuka lapangan kerja, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.Festival ini, imbuh Maman, turut menggerakkan banyak sektor lain, seperti kru panggung, penata suara, perajin alat musik, penjual merchandise, hingga penyedia transportasi lokal.Keterlibatan lintas sektor itu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.Selain memperkuat rantai ekonomi kreatif, Kopling 2025 juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi musisi dan pengusaha UMKM serta memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa.“Kopling diharapkan menumbuhkan kebanggaan publik terhadap produk lokal, memperluas akses pasar UMKM, dan mengangkat budaya Indonesia melalui musik yang dekat dengan rakyat,” ujar Maman.Ia menambahkan, penyelenggaraan perdana ini menjadi pembelajaran berharga untuk pelaksanaan di masa depan.“Acara pertama tentu tidak langsung sempurna, tapi akan terus dievaluasi. Prinsipnya, Kopling berikutnya akan menggabungkan lebih banyak pegiat UMKM dan musisi di seluruh Indonesia,” ujarnya.Rangkaian kedua Kopling 2025 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Sejumlah musisi yang tampil antara lain adalah Maliq & D’Essentials, The Changcuters, Drive, Batas Senja, Ndarboy Genk, Aftershine, Om Abidin, dan Aldi Taher.Tiket dapat dibeli melalui platform Goers dengan harga mulai Rp 85.000 (Festival) dan Rp 130.000 (VIP).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 14:58