BOJONEGORO, - Sebuah video memperlihatkan sejumlah siswa melakukan aktivitas belajar mengajar di sebuah bangunan sekolah yang kurang layak, viral di media sosial.Sekolah tersebut diketahui merupakan bangunan dari salah satu lembaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa TimurKonstruksi bangunan sekolah tersebut terlihat kurang layak karena berdinding dan sekat setiap ruang kelas masih dari papan kayu serta berlantai tanah liat. Baca juga: Kerugian Kebakaran Rumah di Wonosobo Capai Rp 100 Juta, Bangunan Sekolah Berhasil DiselamatkanKeterbatasan sarana dan prasarana pendidikan ternyata tak menyurutkan semangat belajar mengajar sejumlah siswa di madrasah tersebut. Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Sholihul Hadi membenarkan terkait informasi keberadaan bangunan sekolah tersebut.Bangunan tersebut sebetulnya bangunan kelas yang dibuat terpisah dengan bangunan induk lembaga demi memudahkan anak- anak di kampung tersebut mengikuti kegiatan belajar mengajar. Lantaran, lokasi perkampungan warga dengan lokasi gedung sekolah induk jaraknya cukup jauh sekitar 2,5 kilometer dengan kondisi medan pegunungan yang sulit. "Kalau musim hujan siswa kesulitan berangkat sekolah karena medan jalannya," kata Sholihul Hadi, dikonfirmasi Kompas.com, Kamis .Baca juga: Ruang Guru di SDN Jember Roboh, Bangunan Sekolah Sudah RapuhSholihul menuturkan, masyarakat sekitar membuat bangunan kelas apa adanya tersebut sebagai upaya jemput bola mencari siswa agar tetap bisa bersekolah."Bangunan kelas itu dibuat swadaya oleh masyarakat sekitar dengan status tanah wakaf," tuturnya.Adapun lembaga induk sekolah tersebut mempunyai identitas MI Silahul Muslimin, NSM : 111235220274, NPSN: 70027465, beralamat di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.Bangunan gedung induk dari lembaga tersebut berdinding batu bata yang terdiri dari 2 ruang kelas dan dipergunakan untuk 4 rombongan belajar (rombel) dengan status layak dan baik."Untuk tenaga pendidiknya tetap berasal dari sekolah induk MI Silahul Muslimin," ungkapnya.Baca juga: Siswa SD Negeri di Sorong Harus Berbagi Ruang Kelas karena Keterbatasan Bangunan SekolahKegiatan belajar mengajar siswa di gedung induk yang berlokasi di Dusun Daplangu dimulai tahun 2021, terdiri dari kelas 1 (18 siswa), kelas 2 (5 siswa), kelas 3 (0 siswa), kelas 4 (6 siswa) dan kelas 5 (6 siswa). Sedangkan di bangunan sekolah yang berlokasi di Dusun Koripan kegiatan belajar mengajar yang dimulai tahun 2023 terdiri dari, Kelas 1 (3 siswa), kelas 2 (4 siswa), kelas 3 (9 siswa).
(prf/ega)
Viral, Siswa MI di Bojonegoro Menggelar Kegiatan Belajar Mengajar di Bangunan Tak Layak
2026-01-12 04:20:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:54
| 2026-01-12 03:11
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:32










































