Harga Bitcoin (BTC) Diproyeksi Sentuh 100.000 Dollar AS di Desember

2026-02-02 23:45:55
Harga Bitcoin (BTC) Diproyeksi Sentuh 100.000 Dollar AS di Desember
JAKARTA, - Pergerakan Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian setelah seorang crypto whale mengubah strategi tradingnya dengan cepat.Mengutip CCN, Minggu , whale tersebut awalnya membuka posisi short senilai 91 juta dollar AS karena memperkirakan harga BTC turun. Namun harga bergerak berlawanan, membuat posisi itu ditutup dengan kerugian 1,6 juta dollar AS.Tidak lama kemudian, entitas yang sama langsung mengambil posisi long dan membeli 1.000 BTC dengan harga likuidasi 59.112 dollar AS. Pergeseran ini memberi sinyal kesiapan whale menghadapi potensi rebound atau memanfaatkan volatilitas yang mulai mengarah pada momentum bullish.Baca juga: Bitcoin Tembus 91.000 Dollar AS, Pasar Yakin The Fed Akan Pangkas Suku BungaPergerakan di pasar spot ikut memperkuat sentimen tersebut. Cadangan Bitcoin di bursa menurun, sementara tekanan jual ikut melemah. Penurunan cadangan biasanya menandakan suplai di pasar semakin sedikit, sehingga ruang kenaikan harga menjadi lebih terbuka.Analis CryptoQuant, PeliniaPA, menilai tren penurunan cadangan di Binance bisa mendorong pengujian kembali level 110.000 dollar AS. Menurutnya harga masih bergerak di sisi atas ascending channel jangka panjang. Kombinasi struktur teknikal dan penurunan cadangan membuat skenario kenaikan tersebut cukup masuk akal.“Penurunan cadangan Binance baru-baru ini secara teknikal dapat mendukung pengujian kembali level 110.000 dollar AS. Grafik juga menunjukkan bahwa harga terus bergerak di pita atas dari sebuah ascending channel yang luas,” tulis PeliniaPA melalui CryptoQuant.“Jika dikombinasikan dengan penurunan cadangan saat ini, struktur ini membuat pergerakan menuju 110.000 dollar AS secara teknikal menjadi memungkinkan,” lanjutnya.Momentum penguatan juga terlihat dari indikator Chaikin Money Flow (CMF). Untuk pertama kalinya sejak 20 Oktober, CMF kembali menembus garis nol.Pada periode itu, harga BTC sempat bergerak di atas 126.000 dollar AS. Tren saat ini belum mengarah ke level tersebut, namun masih membuka peluang menuju 98.006 dollar AS.Baca juga: Bitcoin Kembali Tembus 90.000 Dollar AS Jelang Thanksgiving, Menguat 12 Persen dalam SepekanJika BTC berhasil menembus level itu, prospek harga pada Desember dapat berubah menjadi bullish sepenuhnya dan menciptakan ruang kenaikan di atas 100.000 dollar AS.Risiko koreksi tetap ada. Pasar tetap sensitif terhadap aksi whale. Jika mereka melepas BTC saat harga menguat, momentum bullish berpotensi memudar. Dalam skenario hati-hati, BTC bisa kembali turun ke bawah 85.000 dollar AS pada Desember bila aksi jual terjadi di tengah penguatan harga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 22:52