- Diskusi soal keamanan sistem operasi kembali mencuat seiring meningkatnya ancaman siber di perangkat mobile.Salah satu topik yang paling sering diperdebatkan adalah klaim bahwa iOS dianggap lebih aman dibanding Android karena kontrol ketat ekosistem Apple dan seleksi aplikasi yang lebih terkurasi.Di sisi lain, Android dinilai lebih rentan ditembus karena sifatnya yang terbuka, dukungan lintas produsen, serta distribusi sistem yang terfragmentasi.Lantas, benarkah iOS memang lebih aman secara absolut daripada Android, atau justru sekadar mitos yang terus bertahan? Selengkapnya KompasTekno membedah sejumlah fakta, temuan riset, hingga model keamanan dari masing-masing platform untuk melihat mana yang sebenarnya lebih unggul.Baca juga: iOS 26 Resmi Hadir, Apa Saja Fitur Barunya?Dilansir dari laman BGR.com, dari sisi keamanan, pendekatan iOS terlihat lebih terstandarisasi. Apple mengontrol penuh hardware, sistem operasi, hingga distribusi aplikasi melalui App Store.Sistem keamanan seperti Secure Enclave memastikan data sensitif. Termasuk biometrik wajah dan sidik jari, tetap terenkripsi meski perangkat diretas.Perangkat terbaru seperti iPhone 17 bahkan sudah dilengkapi Memory Integrity Enforcement (MIE) untuk mencegah serangan spyware dan eksploitasi memori.Apple juga dikenal memberi dukungan pembaruan keamanan yang panjang, sekitar lima sampai enam tahun.Artinya, pengguna iPhone lama tetap bisa menikmati patch keamanan terbaru. Sebaliknya, dukungan pembaruan Android sangat bergantung pada produsen.Google Pixel generasi terbaru menjanjikan hingga tujuh tahun update firmware dan security patch, tetapi banyak produsen lain hanya memberikan 2–3 tahun dukungan. Fragmentasi ini membuat beberapa perangkat Android rentan jika tak lagi menerima update sistem.Karakter Android yang open-source membawa keuntungan berupa fleksibilitas dan akses yang luas, namun juga membuka celah risiko.Meski Google Play Store menerapkan sistem pemindaian lewat Google Play Protect, pengguna Android dapat mengubah pengaturan dan memasang aplikasi dari luar toko resmi.Praktik sideloading itulah yang meningkatkan peluang malware, spyware, atau aplikasi rekayasa sosial masuk ke perangkat.Walau begitu, tidak semua perangkat Android berada pada level keamanan yang sama. Produsen tertentu menambahkan proteksi ekstra. Samsung membekali lini Galaxy dengan Samsung Knox, sementara Google Pixel menghadirkan chip keamanan Titan M2.Selain itu, sistem AI-powered protection di Android generasi baru digadang-gadang mampu meningkatkan deteksi ancaman saat mengakses e-mail, panggilan, hingga penjelajahan web. Namun kembali lagi, fitur-fitur ini tidak bersifat universal karena hanya tertanam pada perangkat tertentu.
(prf/ega)
Bedah Mitos, Benarkah iOS Lebih Aman Dibanding Android?
2026-01-12 04:17:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 04:14










































