Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 7,36 Persen pada Oktober, Melambat Dibanding Bulan Sebelumnya

2026-01-12 03:43:53
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 7,36 Persen pada Oktober, Melambat Dibanding Bulan Sebelumnya
JAKARTA, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh 7,36 persen secara tahunan menjadi Rp 8.220,2 triliun pada Oktober 2025.Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding September yang mencapai 7,70 persen.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut tren intermediasi perbankan tetap positif dengan profil risiko terjaga dan likuiditas memadai.“Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai. Pada Oktober 2025, kredit tumbuh sebesar 7,36 persen,” kata Dian dalam konferensi pers hasil rapat RDKB, Kamis .Baca juga: Ekonomi Global Goyang, OJK Pastikan Risiko Sektor Keuangan TerkendaliKredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi 15,72 persen. Kredit konsumsi naik 7,03 persen. Kredit modal kerja naik 2,39 persen.Kredit korporasi tumbuh 11,02 persen, sementara kredit UMKM terkontraksi 0,11 persen.Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,48 persen menjadi Rp 9.756,6 triliun. Angka ini naik dari September yang tumbuh 11,18 persen.Suku bunga perbankan terus turun seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. BI Rate sepanjang 2025 turun 125 bps ke level 4,75 persen. Dibanding tahun lalu, suku bunga tertimbang kredit rupiah turun 16 bps. Kredit investasi turun 39 bps. Kredit modal kerja turun 42 bps.Suku bunga tertimbang DPK rupiah menurun 22 bps secara tahunan. Penurunannya dipicu turunnya suku bunga deposito rupiah sebesar 53 bps.Likuiditas industri perbankan tetap longgar. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) berada di atas ambang batas masing-masing 50 persen dan 10 persen.Kualitas kredit stabil. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada di 2,25 persen, sedikit naik dari September yang berada di 2,24 persen. NPL net tercatat 0,90 persen, naik tipis dari 0,87 persen.Baca juga: Dana Nasabah Rp 71 Miliar Raib di Sekuritas, OJK: Sedang Diperiksa BEILoan at risk (LaR) turun ke 9,41 persen dari 9,52 persen pada bulan sebelumnya. Liquidity coverage ratio (LCR) berada di 210,43 persen.Dian menegaskan ketahanan perbankan masih kuat. Capital adequacy ratio (CAR) berada di 26,38 persen, naik dari September 2024 yang berada di 26,15 persen.“Ini menjadi bantalan mitigasi resiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global,” tutur Dian.


(prf/ega)