JAKARTA, - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan anggotanya mengamankan secara khusus perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah rawan bencana."Harus dalam kondisi betul-betul siap dan bila perlu memang ada cadangan yang harus disiapkan karena memang kebutuhannya juga pasti akan meningkat dibandingkan dengan hari biasa dan khusus bagi wilayah-wilayah yang akan atau memiliki potensi terdampak bencana," kata Sigit dalam keterangan resmi yang dibagikan Humas Polri.Hal tersebut disampaikan Jenderal Sigit saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada Senin .Baca juga: Kapolri Klaim Perpol 10/2025 Justru Perjelas Putusan MK: Apa yang Dilanggar?Sigit mengatakan, potensi bencana alam di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru."Tolong sekali lagi tolong belajar dari pengalaman rekan-rekan kita yang ada di Sumatera. Rekan-rekan bisa mempersiapkan dengan jauh lebih baik," papar Sigit.Baca juga: Waspada Puncak Arus Nataru di Bandara Soekarno-Hatta, Diprediksi Mulai 22 DesemberMenurut Sigit, pengalaman penanganan bencana di sejumlah daerah harus menjadi pelajaran penting agar pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.Ia meminta jajaran di pusat maupun daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.“Keberhasilan pelayanan dan pengamanan Nataru ini adalah keberhasilan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Natal dan Tahun Baru," ungkapnya.Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri menggelar Operasi Lilin 2025 selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.Operasi tersebut melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.Selain pengerahan personel, Polri juga menyiapkan 44.436 obyek pengamanan yang meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga obyek wisata.Khusus di daerah rawan bencana dan destinasi wisata, pengamanan akan diperketat dengan pemantauan situasi secara berkelanjutan.Sigit juga meminta seluruh jajaran aktif memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama di lokasi wisata yang dipadati masyarakat saat libur akhir tahun.“Objek wisata ini juga menjadi atensi kita, sehingga kemudian rekan-rekan betul-betul harus terus bekerja sama memonitor BMKG dan kemudian menginformasikan dan bila perlu memberikan larangan kalau memang di tempat-tempat tersebut terjadi kerawanan, kerja sama dengan pemerintah daerah, kerja sama dengan stakeholder terkait," kata Sigit.
(prf/ega)
Perintah Kapolri soal Pengamanan Nataru di Wilayah Rawan Bencana
2026-01-12 16:37:39
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:52
| 2026-01-12 16:20
| 2026-01-12 15:51
| 2026-01-12 14:43










































