- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas anggaran bantuan hingga hampir 50 persen untuk tahun depan, meski kebutuhan kemanusiaan meningkat.PBB mengakui, permohonan anggaran sebesar 23 miliar dollar AS atau sekitar Rp 383 triliun mengabaikan nasib puluhan juta warga yang membutuhkan bantuan.Kondisi ini akibat dari turunnya dukungan untuk PBB sehingga memaksa mereka memprioritaskan warga yang paling membutuhkan.Dampak pemotongan anggaran itu akan menambah tantangan lain bagi lembaga bantuan, termasuk risiko keamanan bagi staf di zona konflik.Baca juga: Ratu Belanda Maxima ke Solo sebagai Advokat PBB, Seperti Apa Kerjanya?"Pemotongan dana inilah yang pada akhirnya memaksa kita untuk membuat pilihan-pilihan yang sulit, berat, dan brutal," kata Kepala Bantuan PBB, Tom Fletcher, dikutip dari Reuters."Kami kewalahan, kekurangan dana, dan diserang. Kami mengendarai ambulans menuju lokasi kebakaran, atas nama Anda. Tapi, sekarang kami juga diminta untuk memadamkan api, tidak ada cukup air di tangki, kami juga ditembaki," sambungnya.Pemotongan ini mengulangi tahun sebelumnya, ketika PBB meminta anggaran sekitar 47 miliar dollar AS atau sekitar Rp 785 triliun untuk 2025.Akan tetapi, angka itu dikurangi setelah AS memotong dana bantuan untuk PBB.Hingga November, PBB baru menerima 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 200 triliun, terendah dalam 10 tahun terakhir dan hanya seperempat dari kebutuhan. Baca juga: Murka, China Laporkan Jepang ke PBB Gara-gara Komentari Isu TaiwanPBB mengatakan, anggaran sebesar Rp 383 triliun tahun depan dikhususkan untuk 87 juta orang yang dianggap sebagai prioritas.Padahal, sekitar 250 juta orang sedang membutuhkan bantuan mendesak.PBB juga telah mengusulkan anggaran 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 67 triliun untuk Palestina.Sebagian anggaran untuk Palestina ditujukan guna membangun kembali Gaza yang hancur akibat serangan Israel selama dua tahun.Sebab, hampir seluruh warga Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada bantuan.Baca juga: DK PBB Setujui Rencana Damai Gaza Usulan TrumpAnggaran selanjutnya ditujukan untuk Sudan dan Suriah.Fletcher menuturkan, kelompok-kelompok kemanusiaan menghadapi skenario suram berupa meningkatnya kelaparan, penularan penyakit, dan rekor kekerasan."(Seruan) ini difokuskan pada penyelamatan nyawa di lokasi yang paling terdampak, perang, bencana iklim, gempa bumi, epidemi, gagal panen," ujarnya.Sebagai informasi, badan-badan kemanusiaan PBB sangat bergantung pada sumbangan sukarela dari para donatur Barat, dengan AS dalam daftar teratas.Data PBB menunjukkan, AS tetap menduduki posisi donatur nomor satu pada 2025, meskipun ada pemangkasan anggaran oleh Donald Trump.
(prf/ega)
Dana "Donatur" Menipis, PBB Potong Anggaran untuk Bantuan pada 2026
2026-01-12 12:12:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:31
| 2026-01-12 11:34
| 2026-01-12 11:17
| 2026-01-12 10:27










































