— Panggung seni sulap Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.Tujuh tokoh penting dari berbagai latar belakang di dunia sulap Tanah Air secara serentak menerima penghargaan bergengsi Merlin Award 2025 dari International Magicians Society (IMS) New York.Penghargaan tersebut menegaskan bahwa seni ilusi di Indonesia telah melampaui batas hiburan, menjadikannya sarana edukasi, motivasi, hingga pengabdian sosial.Acara penganugerahan Merlin Award 2025 diselenggarakan di Home Brew Coffee & Eatery, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Sabtu . Penghargaan diserahkan langsung oleh President dan Founder IMS Tony Hassini.Dipandu oleh pesulap sekaligus master ceremony (MC) yang merupakan anak didik mendiang pesulap legendaris Mr Robbin, Vellin, acara tersebut terasa hangat dan penuh inspirasi.Selain penyerahan penghargaan, acara itu dimeriahkan penampilan spesial dari tujuh penerima Merlin Award, serta bintang tamu terkemuka, seperti Joe Sandy, Oge Arthemus, Rocky Octory, Radja Classic, Ivan, Jiban, Tebby Winsen, Robert Stevan, Griselda, Joko Wandira, dan Steve Marcello.Pengakuan dari IMS itu menjadi momentum bersejarah yang menempatkan nama Indonesia semakin kokoh dalam peta sulap dunia.Ketujuh penerima Merlin Award 2025 adalah Winanto Wiryomartani SH, MHum; Brigjen Pol Dr Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM; Herry Budijanto Dragono; Pambudi Sunarsihanto; Deddy Colt; Bing Rahardja; dan Tukiran Acau.Dok. Merlin Award Para penerima Merlin Award 2025 bersama Tony Hassini, President dan Founder IMS, serta komunitas pesulap Indonesia dalam acara penganugerahan di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Prestasi ini menempatkan nama Indonesia semakin kokoh dalam peta sulap dunia. Inovasi lintas profesiMerlin Award merupakan apresiasi tertinggi yang diberikan kepada pesulap yang dianggap memiliki kontribusi dan prestasi luar biasa di dunia sulap. Untuk meraih Gold Merlin Award, seorang pesulap harus terlebih dahulu pernah mendapatkan Original Merlin Award sebagai syarat utama.Ketujuh penerima penghargaan dari Indonesia datang dengan spesialisasi unik yang membuktikan keragaman dan kedalaman seni ilusi di Nusantara.Salah satu tokoh yang dihormati adalah Winanto yang dianugerahi sebagai tokoh senior atas konsistensinya berkontribusi selama lebih dari enam dekade.Berprofesi sebagai notaris, Winanto adalah figur penting yang menjembatani generasi pesulap klasik dan modern sejak pertama kali menekuni sulap di Magic Center Jakarta pada 1962.Pengakuan ganda diterima oleh Victor yang memboyong dua Golden Merlin Award 2025 sekaligus, yakni “Best Magician Performing Anti-Drugs Campaign” dan “Best Motivational and Educational Magician for Anti-Drug Campaign”.Penghargaan itu ia dapatkan berkat inovasi dalam mengampanyekan gerakan anti-narkoba dengan memadukan sulap sebagai media edukasi interaktif.Pendekatan kreatif Viktor terbukti efektif. Dalam setiap penyuluhan di berbagai institusi, ia menghibur sekaligus mengedukasi ribuan peserta mengenai bahaya narkoba.Sementara itu, inovasi bisnis mengantarkan Herry atau lebih dikenal Mbah Dragon meraih Gold Merlin Award 2025. Mbah Dragon mendapatkan penghargaan tertinggi ini atas karya “Magic Branding Concepts – Low Cost, High Impact” yang sukses memadukan seni sulap dengan strategi komunikasi dan branding modern.Dosen praktisi di Universitas Nusa Cendana Kupang itu dikenal sebagai konseptor yang memanfaatkan teknik prospecting menggunakan trik sulap untuk menarik fokus pelanggan dan menyampaikan pengetahuan produk dalam waktu singkat. Inovasi ini disebut menjadi terobosan baru dalam dunia pemasaran modern.Dari ranah mentalisme, Pambudi Sunarsihanto mendapatkan gelar "Indonesian Best Mentalist 2026" dari IMS. Ia menonjol karena kemampuannya memadukan seni mentalisme dengan ilmu psikologi dan manajemen sumber daya manusia.Profesional di bidang Human Capital dengan pengalaman internasional di tujuh negara itu pernah menjadi Human Capital Director di Citibank, Danone, dan MIND ID. Ia menerapkan pendekatan psikologis, komunikasi efektif, serta pengaruh interpersonal yang kuat dalam karyanya.Pambudi juga dikenal sebagai penulis produktif di bidang manajemen dan kepemimpinan. Beberapa karyanya antara lain The Psychology of Creativity, Think Different Act Differently, dan Lead the Innovation's Game.Aspek pengabdian sosial diwakili oleh Deddy yang dianugerahi Golden Merlin Award 2025 sebagai “The Best Promoter for Charity Magic in Indonesia”. Setelah meninggalkan dunia sulap komersial, Deddy mendedikasikan dirinya untuk melakukan pertunjukan amal di panti asuhan.Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas dedikasi Deddy yang menjadikan sulap sebagai sarana pelayanan sosial dan menggerakkan komunitas pesulap lain untuk turut berbagi kebahagiaan melalui kegiatan amal.Selain itu, Deddy juga dikenal sebagai kolektor alat-alat sulap langka dan antik dari berbagai produsen dunia.Selanjutnya, Bing Rahardja meraih penghargaan sebagai “The Most Inspirational Magician in Indonesia 2025”. Bing dikenal luas sebagai pelopor sulap gospel di Indonesia, yaitu pertunjukan sulap yang mengandung pesan rohani dan nilai-nilai inspiratif.Kiprah Bing menjadikan sulap sebagai medium pembelajaran dan motivasi juga diwujudkan melalui tulisan, termasuk buku Sulap Gospel — Apakah Itu? yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer. Ia membuktikan bahwa sulap dapat menjadi sarana yang kuat untuk menyampaikan pesan moral.Terakhir, Tukiran Acau yang merupakan pesulap legendaris sekaligus praktisi pengobatan tradisional China meraih Merlin Award 2025 dengan gelar “The Most Unusual Magic in Indonesia”. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya yang unik dalam memadukan seni, ketangkasan, dan tradisi.Aksi panggung Tukiran yang ikonik dan spektakuler meliputi memecahkan batu kali dengan tangan kosong, memunculkan puluhan ikan mas dari tabung transparan yang kosong, hingga menguasai sulap “Bian Lian” atau ganti topeng yang langka.Kombinasi keahliannya di seni akrobat, kungfu, dan pengobatan tradisional menjadikannya figur yang multitalenta.Penganugerahan Merlin Award kepada tujuh pesulap itu menunjukkan bahwa kontribusi mereka diakui secara global tidak hanya dari sisi keterampilan ilusi semata.Masing-masing telah memanfaatkan seni sulap sebagai medium yang jauh lebih besar, mulai dari inovasi pemasaran hingga penyelamatan generasi muda.Melalui penghargaan tersebut, IMS mengirimkan pesan bahwa seni sulap memiliki peran transformatif. Peran tersebut mencakup sarana inovasi, edukasi yang menyenangkan, sumber inspirasi, hingga media pelayanan sosial yang menyentuh hati banyak orang.
(prf/ega)
7 Pesulap Indonesia Pertama Peraih Golden Merlin Award 2025
2026-01-12 06:31:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:28
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 04:28










































