Enam Dapur MBG di Pandeglang Berhenti Operasi karena Anggaran Belum Turun

2026-01-11 23:26:54
Enam Dapur MBG di Pandeglang Berhenti Operasi karena Anggaran Belum Turun
PANDEGLANG, — Sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, berhenti beroperasi karena anggaran dari pemerintah pusat belum turun.Akibatnya, ribuan anak penerima manfaat tidak mendapatkan makanan bergizi dari program tersebut.Koordinator Program MBG Kabupaten Pandeglang, Rofiatul Mufasiroh mengatakan, sedikitnya enam Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) di Pandeglang menghentikan operasional."Betul, berhenti sementara karena anggaran belum turun," kata Rofiatul kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis .Baca juga: Semua SPPG MBG yang Sudah Beroperasional di Kendal Mempunyai SLHS, Feri: Tiap Tiga Bulan Akan Kami SidakEnam SPPG yang menghentikan operasionalnya antara lain, SPPG Labuan Banyubiru berhenti beroperasi sejak 7 November 2025, SPPG Kabayan 1 sejak 10 November 2025, SPPG Majasari Sukaratu 3 sejak 28 Oktober 2025.Kemudian SPPG Sukaratu sejak 7 November 2025, SPPG Saketi Kadudampit sejak 3 November 2025 dan SPPG Menes sejak 12 November 2025.Rofiatul mengatakan, anggaran belum turun karena keterlambatan penyaluran. Penyebabnya perubahan regulasi dari Badan Gizi Nasional (BGN).Regulasi yang dimaksud yakni keputusan Kepala Gizi Nasional RI No 244 tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas petunjuk teknis bantuan pemerintah untuk program MBG tahun anggaran 2025."Sehingga menunggu perubahan regulasi tersebut bertahap menyesuaikan untuk pengelolaan di setiap SPPG yang ada," ujar dia.Regulasi yang sedang diatur adalah penyetaraan penerima manfaat di setiap kecamatan dan insentif PIC sekolah.Selain itu, dalam regulasi baru ada perubahan aturan yang membatasi jumlah penerima manfaat per dapur menjadi maksimal 2.500 anak, dan 3.000 bagi dapur yang memiliki chef bersertifikat.“Sekarang sedang penyesuaian dengan aturan baru, jadi pencairan bertahap,” ujarnya.Rofiatul menambahkan, anggaran saat ini sudah mulai turun dari BGN pusat dan sedang dalam tahap pencairan mulai 12 November 2025.“Alhamdulillah sudah turun, tapi masih bertahap,” kata dia.


(prf/ega)