TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy Gelar Latihan Bersama di Perairan NTT

2026-01-12 08:32:50
TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy Gelar Latihan Bersama di Perairan NTT
KUPANG, - TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy, menggelar latihan bersama Cassowary Exercise 2025, di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).Latihan ini dimulai sejak 10 November 2025 dan akan berlangsung hingga 14 November 2025.Kegiatan utama meliputi latihan survei hidrografi, patroli maritim, komunikasi antarkapal, manuver taktis dan latihan penyelamatan di laut.Cassowary Exercise merupakan bentuk kerja sama bilateral Indonesia–Australia di bidang pertahanan maritim, yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan laut dalam menjaga keamanan, keselamatan pelayaran, serta stabilitas kawasan perbatasan selatan Indonesia.Baca juga: TNI AL dan Royal Australian Navy Sepakat Tingkatkan Kerja Sama MiliterInfromasi latihan itu dibahas dalam pertemuan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dengan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VII (Dankodaeral VII) Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, serta Commander Robyn Philips dari Royal Australian Navy (RAN).Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT pada Rabu dan dihadiri sekitar 17 peserta terdiri atas pejabat tinggi TNI AL, perwakilan RAN, dan jajaran pendamping dari Pushidrosal serta Kodaeral VII.Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula rencana kerja sama strategis untuk melakukan pemetaan daerah laut Nusa Tenggara Timur dengan standar internasional melalui survei hidrografi.Survei hidrografi merupakan proses pengumpulan data dan informasi terkait karakteristik perairan, meliputi kedalaman laut, topografi dasar laut, arus, gelombang, pasang surut serta kondisi pesisir.Baca juga: Militer Indonesia-Australia Jajaki Latihan Bersama, Termasuk soal SiberData ini penting untuk mendukung keselamatan navigasi, perencanaan pembangunan pelabuhan, pengelolaan sumber daya laut serta mitigasi bencana maritim.Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan wilayah laut NTT yang luas dan kaya potensi."Kami menyambut baik rencana kerja sama ini, mengingat potensi kelautan NTT yang penting untuk dimanfaatkan secara maksimal tetapi sekaligus dijaga dan dirawat," ujar Melki.Peta yang pasti, lanjut Melki, yang membedakan area tangkap ikan, konservasi, wisata, dan lainnya akan sangat berarti dan bernilai strategis bagi masa depan laut NTT.Sementara itu, Laksamana Madya TNI Budi Purwanto selaku Danpushidrosal menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan misi TNI AL untuk mendukung pembangunan nasional di bidang maritim melalui penyediaan data dan peta laut yang akurat.Baca juga: Militer Indonesia dan Australia Akan Gelar Latihan Bersama di Morotai"Pushidrosal berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam penyediaan data hidrografi dan pemetaan laut yang sesuai dengan standar internasional," ujarnya.Karena, kata Budi, peta laut yang berstandar internasional tidak sekadar memuat informasi, tetapi juga mempunyai muatan hukum. NTT memiliki posisi strategis di selatan Indonesia."Dengan kolaborasi bersama mitra seperti Royal Australian Navy, kita bisa meningkatkan keselamatan navigasi serta mendukung pengembangan ekonomi maritim daerah," jelasnya.


(prf/ega)