Intip Konsep Kawasan TOD Stasiun Sudirman: Sportainment dan Lifestyle Hub

2026-01-12 03:10:51
Intip Konsep Kawasan TOD Stasiun Sudirman: Sportainment dan Lifestyle Hub
JAKARTA, - Rencana pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) stasiun Sudirman–BNI City–Karet disiapkan untuk menghadirkan kawasan terpadu dengan konsep sportainment dan lifestyle hub.Area ini dirancang sebagai pusat aktivitas masyarakat urban yang menghubungkan lima simpul transportasi publik sekaligus, meliputi LRT Jabodebek, MRT, dan jaringan KRL.Kawasan tersebut akan menjadi bagian dari proyek TOD nasional yang ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa .Baca juga: Intip Rancangan TOD Stasiun Manggarai dengan 21.000 Hunian VertikalDirektur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kawasan Sudirman–BNI City–Karet akan dikembangkan sebagai sportainment dan lifestyle hub yang memadukan mobilitas, gaya hidup, serta ruang publik terbuka.Kawasan ini memiliki potensi pengembangan gross floor area (GFA) sebesar 4,8 hektare pada tahap awal.“Konsep TOD ini disiapkan untuk menjadikan stasiun sebagai pusat kehidupan kota yang didalamnya ada tempat masyarakat beraktivitas, bekerja, dan berinteraksi dalam satu kawasan yang terhubung dengan moda transportasi publik. KAI ingin menghadirkan kota yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Bobby, Selasa, dikutip dari Antara.Baca juga: Kawasan TOD Stasiun Jadi Magnet Baru, Pengguna Commuter Line MelonjakBobby menambahkan, kawasan ini akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki river side walk yang menghubungkan lima stasiun sekaligus, sehingga masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan mudah.Pengembangan ini juga menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap program pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah rakyat.“Melalui pengembangan TOD, kami ingin mendukung penyediaan hunian vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), ruang terbuka hijau, serta jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman di sekitar kawasan stasiun,” jelasnya.Baca juga: Rencana TOD Dukuh Atas: Warga Bisa Pindah Moda Transportasi Tanpa Keluar GedungVice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, Stasiun Sudirman saat ini melayani rata-rata 32.669 pelanggan gate in dan 33.249 pelanggan gate out per hari.Pada hari kerja, angka tersebut meningkat menjadi 39.232 pelanggan gate in dan 39.728 pelanggan gate out, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan bisnis utama Jakarta.“Presiden melihat langsung rancangan pengembangan kawasan TOD yang akan memperkuat integrasi transportasi publik dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. KAI berkomitmen agar setiap pengembangan kawasan ini mengedepankan keberlanjutan dan manfaat sosial,” ujar Anne.Anne menegaskan bahwa pengembangan kawasan TOD menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI untuk menghadirkan ruang hidup yang terhubung dan produktif.“TOD menjadi potret integrasi transportasi publik, hunian, dan kegiatan ekonomi yang saling mendukung, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah dan kualitas hidup perkotaan meningkat,” tutup Anne.Baca juga: Pemprov DKI Rencanakan Pasar Baru Jadi Kawasan TODDalam kunjungan itu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan transportasi massal yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat.Ia menyampaikan bahwa sistem perkeretaapian memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas rakyat serta menekan biaya ekonomi nasional, termasuk transportasi dan logistik.“Kehadiran KAI merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang terintegrasi, efisien, aman, dan terjangkau bagi rakyat. Pemerintah akan terus memperluas dan memperkuat layanan kereta api agar semakin nyaman dan membanggakan bangsa,” ujar Prabowo.Melalui rancangan kawasan Sudirman–BNI City–Karet sebagai sportainment dan lifestyle hub, KAI bersama pemerintah menargetkan transformasi ruang perkotaan yang berorientasi pada masyarakat dan keberlanjutan.Konsep ini diharapkan menjadi model baru kawasan transportasi modern yang menyatukan fungsi mobilitas, rekreasi, dan hunian di jantung Jakarta.


(prf/ega)