Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, mengingatkan para kreator bahwa setiap konten yang dipublikasikan membawa konsekuensi besar. Ia menekankan bahwa literasi dan kecerdasan digital kini menjadi modal utama agar kreator mampu menghadapi jutaan kemungkinan yang hadir di ruang digital yang sangat tidak pasti.Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara di Kompasianival 2025 yang digelar di M Bloc Space, Jakarta, Sabtu .Nezar menyoroti ekosistem digital yang semakin kompleks. Menurutnya, media sosial yang memberikan ruang produksi dan distribusi konten untuk semua orang justru menghadirkan tantangan besar.“Di platform sosial media, semua orang bisa memproduksi konten dan juga mendistribusikannya. Namun demikian, banyak konten-konten hoaks, banyak misinformasi sehingga lanskap dunia digital kita mengalami krisis integritas informasi,” ungkapnya.Ia menekankan bahwa setiap kreator memiliki tanggung jawab moral terhadap apa yang mereka bagikan di ruang digital.“Anda semua punya tanggung jawab yang besar sebagai konten kreator. Jangan anggap remeh konten yang kita publish. Kita nggak pernah tahu takdir atau dampak dari konten kita itu seperti apa di tengah dunia digital ini. Konten yang para Kompasianer buat itu berpotensi viral, berpotensi membentuk opini publik. Jadi hati-hati.” katanya.Nezar kemudian mengajak para kreator untuk lebih bijak sebelum mengunggah konten. “Mungkin sebelum publish, baca doa dulu dan minta maaf kalau seandainya menyinggung. Atau tanya pada diri sendiri, kira-kira karena konten ini saya bisa masuk neraka (berdampak negatif) atau jangan-jangan bisa masuk surga (berdampak positif).”Ia menambahkan bahwa dunia digital memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi, di mana konten sederhana bisa saja viral sementara konten yang dibuat dengan investasi besar justru tenggelam.“Jutaan kemungkinan bisa terjadi. Maka modal yang paling penting adalah cerdas digital, skillnya tinggi, etikanya juga membumi. Kecerdasan digital bukan soal mengakses tapi soal memberi makna pada apa yang kita sebarkan. Karena di era sekarang views bisa hilang namun value akan selalu diingat.” tambah Nezar.Adapun Kompasianival merupakan tempat bagi para content creator, mulai dari blogger, komunitas, hingga pegiat media sosial untuk bertemu, berdiskusi, dan bertukar wawasan.Festival tahunan Kompasiana ini ingin menunjukkan bahwa dunia konten bukan hanya soal algoritma, virality, atau sekadar mengejar angka, tetapi juga tentang manusia, kata, ide, dan empati.Melalui tema tahun ini, “Cerdas Digital, Mandiri Finansial”, Kompasianival mengajak kreator untuk lebih peka terhadap nilai, dampak, dan tanggung jawab dalam setiap karya yang dipublikasikan. (JHA)
(prf/ega)
Pesan Wamenkomdigi Nezar Patria buat Kompasianer di Kompasianival 2025
2026-01-12 04:28:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:08
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:01
| 2026-01-12 02:53
| 2026-01-12 02:44










































