Korban Tewas Banjir di Sri Lanka Jadi 334 Orang, Hampir 400 Lainnya Hilang

2026-02-02 23:27:51
Korban Tewas Banjir di Sri Lanka Jadi 334 Orang, Hampir 400 Lainnya Hilang
Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh Siklon Ditwah di Sri Lanka terus bertambah. Otoritas setempat melaporkan 334 orang meninggal dunia.Dilansir AFP, Senin (1/12/2025), jumlah korban tewas itu dilaporkan oleh Pusat Penanggulangan Bencana Sri Lanka. Selain 334 orang meninggal dunia, hampir 400 orang hilang akibat bencana tersebut.Hujan di wilayah Sri Lanka telah mereda setelah seminggu dilanda hujan deras. Akan tetapi daerah dataran rendah di ibu kota Kolombo masih terendam banjir, dengan lebih dari satu juta orang terdampak bencana.Bagian utara Kolombo menghadapi banjir besar, karena permukaan air di Sungai Kelani terus meningkat. Hal itu diungkap oleh Pusat Manajemen Bencana (DMC).Banjir besar ini dipicu oleh oleh Siklon Ditwah. Siklon mulai bergerak menjauh dari Sri Lanka pada hari Sabtu."Meskipun siklon telah meninggalkan kita, hujan lebat di hulu kini membanjiri daerah dataran rendah di sepanjang tepian Sungai Kelani," kata seorang pejabat DMC.Presiden Anura Kumara Dissanayake mengumumkan keadaan darurat pada hari Sabtu kemarin. Langkah ini untuk menangani dampak siklon dan meminta bantuan internasional.India adalah yang pertama merespons, mengirimkan pasokan bantuan dan dua helikopter beserta awaknya untuk melaksanakan misi penyelamatan.Jepang mengatakan akan mengirimkan tim untuk menilai kebutuhan mendesak dan menjanjikan bantuan lebih lanjut.DMC mengatakan, meskipun hujan telah mereda di seluruh pulau, beberapa jalan di provinsi tengah yang paling parah terkena dampak tetap tidak dapat diakses.Sistem cuaca ekstrem telah menghancurkan lebih dari 20.000 rumah. Kondisi ini juga memaksa 122.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah.Sebanyak 833.000 orang lainnya membutuhkan bantuan setelah mengungsi akibat banjir.Pasukan dari angkatan darat, laut, dan udara telah dikerahkan bersama pekerja sipil dan relawan untuk membantu upaya bantuan.Para pejabat melaporkan bahwa sekitar sepertiga wilayah negara tersebut masih tanpa listrik atau air bersih akibat kabel listrik yang putus dan fasilitas pemurnian air yang terendam. Koneksi internet juga terputus.Siklon ini telah menjadi bencana alam paling mematikan di Sri Lanka sejak 2017, ketika banjir dan tanah longsor merenggut lebih dari 200 nyawa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi.Banjir terburuk sejak pergantian abad terjadi pada Juni 2003, yang menewaskan 254 orang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 23:38