JAKARTA, - Berjejernya motor roda tiga, yang lebih dikenal dengan sebutan odong-odong, menjadi pemandangan sehari-hari di Terminal Muara Angke, Jakarta Utara.Belasan odong-odong silih berganti mangkal di sisi kiri jalan, tepat di samping terminal.Biasanya, para sopir akan meninggalkan terminal setelah penumpangnya mulai penuh. Keberadaan odong-odong di Muara Angke sendiri sudah ada sejak puluhan tahun lalu.Baca juga: Masa Depan Bajaj di Jakarta yang Kian Tergerus Moda Transportasi ModernKemunculan odong-odong disebabkan karena tidak adanya angkutan umum dari terminal menuju Pelabuhan Kali Adem atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI), begitu pula sebaliknya."Karena di sini enggak ada angkot aja kayak dari dalam ke luar, sampai sekarang pun enggak ada angkot buat ke Pelabuhan Kali Adem, kalau jalan pun jauh, kasihan," ucap salah satu sopir odong-odong, Paryono (42) saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa .Pantauan Kompas.com, jarak dari Terminal Muara Angke menuju ke Pelabuhan Kali Adem kurang lebih sekitar dua kilometer dan belum ada transportasi umum./ SHINTA DWI AYU Sopir odong-odong bernama Mukhlis (49) di Muara Angke, Jakarta Utara.Padahal, Pelabuhan Kali Adem sering dikunjungi wisatawan karena menjadi akses untuk naik kapal ke Pulau Seribu.Tak heran jika keberadaan odong-odong di kawasan ini masih dibutuhkan dan terus eksis hingga saat ini.Mukhlis, sopir odong-odong lainnya, mengatakan bahwa rute odong-odong umumnya hanya di sekitar Pelabuhan Muara Angke.Namun, tidak menutup kemungkinan mereka beroperasi ke jalan raya apabila ada yang mau menyewa."Paling ke empang, pelabuhan, pasar, sekolahan, kalau ke rute lain juga bisa sih. Bisa ke jalan raya juga kan ada suratnya," tutur Mukhlis.Baca juga: Belajar dari Jakarta, Bogor Siap Kurangi Angkot Tua: Nasib Sopir di Ujung Tanda TanyaRute terjauh yang biasanya ditempuh odong-odong adalah dari Muara Angke ke Muara Baru, dengan jarak sekitar empat hingga lima kilometer. Kemudian, dari Muara Angke ke Kapuk Muara, jaraknya kurang lebih 4,9 kilometer.Odong-odong menjadi kendaraan yang kerap diandalkan warga ketika banjir rob datang karena hampir setiap bulan kawasan Muara Angke berpotensi tergenang."Selama ini kuat menerobos rob, paling kadang mati mesinnya aja, pernah menerobos selutut itu mesin kerendam sekitar 50 sentimeter (cm)," jelas Mukhlis.Ketika rob tiba, aktivitas warga pun terganggu dan membuat kendaraan mereka tak bisa jalan.
(prf/ega)
Eksistensi Odong-odong di Muara Angke, Penyelamat Warga Terjang Rob meski Tak Berizin
2026-01-12 14:44:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:06
| 2026-01-12 14:33
| 2026-01-12 13:41
| 2026-01-12 12:51










































