Bagaimana Mata Elang Bobol Data Nasabah hingga Tarik Kendaraan di Jalan?

2026-01-14 23:00:52
Bagaimana Mata Elang Bobol Data Nasabah hingga Tarik Kendaraan di Jalan?
– Praktik mata elang atau matel yang kerap melakukan penarikan kendaraan di jalan kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap adanya aplikasi digital yang memuat data nasabah pembiayaan kendaraan secara terbuka.Keberadaan aplikasi tersebut membuat proses pelacakan kendaraan kredit bermasalah dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik, bahkan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan resmi.Baca juga: Data Rahasia Pengendara Ditelanjangi Aplikasi Mata Elang hingga Nomor MesinLantas, bagaimana mata elang bisa memperoleh data nasabah leasing hingga melakukan penarikan kendaraan di jalan?Dalam praktiknya, mata elang kerap beroperasi di lokasi-lokasi strategis yang ramai dilalui kendaraan, seperti tepi jalan, trotoar, atau depan ruko kosong.Mereka mengamati kendaraan yang melintas sambil memegang ponsel, lalu memeriksa nomor polisi kendaraan secara langsung melalui aplikasi tertentu.Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah kendaraan tersebut memiliki tunggakan cicilan di perusahaan pembiayaan atau leasing.Data nasabah diperoleh melalui berbagai aplikasi digital yang dapat diunduh secara bebas di toko aplikasi.Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah BestMatel, yang telah diunduh lebih dari 100.000 pengguna.Proses pendaftaran aplikasi tersebut tergolong mudah karena hanya memerlukan nomor telepon, nama, kota asal, dan kata sandi, tanpa verifikasi ketat terkait status pengguna sebagai debt collector resmi.Kondisi ini membuka peluang siapa pun, termasuk pihak yang tidak berwenang, untuk mengakses data kendaraan bermasalah.Dalam menu Cari Nopol, pengguna cukup memasukkan nomor polisi kendaraan.Dalam hitungan detik, aplikasi menampilkan data lengkap, mulai dari nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, model kendaraan, nama leasing, cabang leasing, nama pemilik, hingga sisa cicilan.Selain itu, terdapat menu Update Data yang memungkinkan pembaruan data kendaraan bermasalah secara berkala, bahkan setiap menit.Saat ini, tercatat lebih dari 1,7 juta data kendaraan bermasalah tersimpan dan dapat diakses oleh pengguna aplikasi.Dokumentasi: Tangkapan layar akun Instagram @warga.jakbar Aksi diduga debt collector alias mata elang memberhentikan paksa sebuah motor di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis Menu lain seperti Info Leasing memuat daftar perusahaan pembiayaan beserta alamatnya, sedangkan Profil berisi data pengguna aplikasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 21:49