Banjir Surut, Warga Kebon Pala Mulai Bersihkan Lumpur

2026-01-12 23:08:43
Banjir Surut, Warga Kebon Pala Mulai Bersihkan Lumpur
JAKARTA, – Banjir akibat luapan Kali Ciliwung di RT 13 RW 05 Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari telah surut. Warga mulai membersihkan sisa lumpur dan kembali beraktivitas di rumah masing-masing.Pantauan Kompas.com pada Minggu siang, sejumlah warga membersihkan lumpur di teras rumah. Ruang tamu dan bagian dalam rumah sudah tampak bersih setelah dipel. Beberapa warga pun membuka kembali warung di depan rumah, sementara anak-anak bermain gim di teras.Ahmad (60), warga setempat, mengatakan banjir mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB akibat kiriman air dari Bogor.“Naik jam 02.00 WIB, itu sekitar 85 sentimeter, surut baru tadi sekitar 09.00 WIB, cepat kok enggak lama,” ujar Ahmad.Baca juga: Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Nekat Terobos Banjir Rob di RE MartadinataIa menambahkan tidak mengungsi karena ketinggian air di dalam rumah hanya setinggi betisnya.Ketua RT 13 RW 05 Kebon Pala, Sanusi, menyebutkan warga sudah terbiasa menghadapi banjir kiriman dan tidak mengungsi meski air sempat merendam permukiman.“Kalau satu setengah meter mungkin ada yang ngungsi, tapi segini saja yang kecil, enggak ada yang mau,” jelas Sanusi.Ia juga menyebut wacana penertiban rumah-rumah di bantaran Kali Ciliwung yang masuk wilayah RT-nya sudah dibahas di kelurahan, namun waktu pelaksanaannya belum ditentukan.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sebanyak 15 RT di Jakarta Timur terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung pada Minggu pagi. Ketinggian genangan mencapai 90 sentimeter.“Kemarin BPBD mencatat terdapat 15 RT yang terendam banjir,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.Rinciannya, tiga RT di Kelurahan Bidara Cina terendam 30–35 cm, sementara tiga RT di Kelurahan Cililitan terdampak genangan hingga 90 cm. Baca juga: Banjir Rendam 15 RT di Jakarta Timur Pagi Ini, Cililitan Terdampak Paling ParahBPBD masih melakukan penanganan di lapangan untuk mempercepat surutnya air. Koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk menyedot air dan memastikan sistem saluran berfungsi optimal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-12 22:41