ACEH UTARA, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengakui bantuan tenda untuk pengungsi di Kabupaten Aceh Utara masih kurang.Hal itu ia sampaikan saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa .“Aceh Utara ini baru terbuka kapan, kan baru saja. Sebelumnya jalur kita hanya lewat udara di Bandara Malikussaleh, lewat laut di Pelabuhan Krueng Geukuh, darat tertutup,” terang Suharyanto.Setelah kondisi membaik dan terbukanya akses, sambung Suharyanto, bantuan kebutuhan dasar pengungsi berupa terpal, tenda, matras, makanan siap saji, dan lain sebagainya mulai didistribusikan secara bertahap.Baca juga: Sebulan Pascabanjir, 6 Desa Aceh Utara Masih Padam ListrikIa menilai jarak dan luas wilayah menjadi kendala tersendiri. Meski begitu ia yakin kondisi saat ini sudah lebih baik jika dibandingkan pada akhir November lalu. “Jumlahnya memang sangat kurang. Jarak tidak mudah, luas wilayah juga menjadi kendala. Saya yakin sekarang lebih baik dari kondisi tanggal 30 November lalu,” sebutnya.Dia menjelaskan kepada pengungsi bahwa jika tidak mau direlokasi juga dibolehkan oleh pemerintah.“Terpenting ada tanahnya, nanti kita bangun. Kami pastikan, pusat akan mendampingi hingga bencana ini selesai,” terangnya.Selain itu, dia menjelaskan untuk pembangunan hunian sementara, segera dibangun setelah menerima lahan dari pemerintah daerah.Baca juga: Update Dampak Banjir Aceh Utara: 190 Jenazah Ditemukan, 68.000 Warga Masih Mengungsi“Untuk lokasi hunian sementara itu kewenangan pemerintah daerah, karena daerah lebih tahu. Pusat siapkan dananya, segera kita lakukan,” terangnya.Diberitakan sebelumnya, diantara pengungsi yang membutuhkan tenda berada di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan.Di sini sekitar 1.900 pengungsi memilih menetap di lokasi perbukitan. Desa mereka sudah hancur karena tersapu banjir beberapa waktu lalu.Iwan Arbi, salah seorang pengungsi menyebutkan bahwa tenda dari Kementerian Sosial RI atau BNPB belum ada.Mereka sementara ini mendirikan tenda swadaya dan dibantu oleh para relawan.“Untuk saat ini belum ada tenda yang disediakan. Sangat perlu sekali untuk tenda yang lebih layak, minimal satu kepala keluarga satu tenda keluarga,” katanya.Baca juga: Elpiji di Aceh Utara Masih Langka 26 Hari Pascabanjir, Harga Melonjak TajamIa menambahkan bahwa masyarakat khawatir anak-anak korban banjir akan rentan terkena penyakit dengan fasilitas minimalis di lokasi pengungsian.“Tidak mungkin kami bertahan terus dengan fasilitas tak mencukupi. Kami harap tenda menjadi perhatian pemerintah pusat,” katanya.
(prf/ega)
Kepala BNPB Akui Bantuan Tenda untuk Pengungsi di Aceh Utara Masih Kurang
2026-01-13 00:43:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 00:42
| 2026-01-13 00:12
| 2026-01-12 23:43
| 2026-01-12 23:41










































