JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, kembali memunculkan bau tak sedap.Ia menegaskan, persoalan utama bukan terletak pada fasilitas RDF, melainkan sistem pengangkutan sampah menuju lokasi.“Saya mengakui secara jujur, problem-nya adalah di pengangkutan dan sampahnya,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin .Baca juga: 20 Anak Sakit Akibat Uji Coba RDF Rorotan, Warga Desak Audiensi dengan PramonoMenurut Pramono, sampah yang masuk ke RDF Rorotan semestinya tidak dibiarkan menumpuk lebih dari dua hingga tujuh hari. Namun dalam praktiknya, terjadi penumpukan hingga menimbulkan bau.Terlebih, beberapa hari terakhir terjadi kebocoran air lindi dari armada pengangkut sampah yang memicu bau menyengat.“Kemarin mobil yang mengangkut itu air lindinya bertebaran. Itu yang kemudian menyebabkan yang pertama bau ke mana-mana. Yang kemudian yang kedua, ketika sampah yang tadi belum diolah, itu sudah menimbulkan bau,” lanjut Pramono.Pramono menegaskan pihaknya akan turun langsung ke lokasi dan siap bertemu warga untuk mendengar keluhan mereka“Dalam waktu dekat saya akan ke lapangan dan saya juga akan menerima warga yang mengeluh tentang RDF Rorotan. Karena RDF Rorotan apa pun harus diselesaikan,” ungkap Pramono.Untuk diketahui, rencana aksi protes warga kembali mencuat setelah uji coba kedua RDF Rorotan kembali menimbulkan bau.Baca juga: Warga Bakal Demo karena Uji Coba RDF Rorotan Kembali Timbulkan Bau Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC, Jakarta Timur, Wahyu Andre, mengatakan warga akan menggelar aksi besar pada 10 November 2025."Rencana warga akan menggelar aksi unjuk rasa kedua pada tanggal 10 November 2025 mendesak RDF ditutup!" ucap Ketua RT 18, RW 14, Klaster Shinano JGC, Jakarta Timur, Wahyu Andre, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Dalam aksi yang akan digelar, warga meminta agar Gubernur Jakarta Pramono Anung melakukan evaluasi terkait dengan keberadaan RDF Rorotan.Sebab, dalam beberapa kali uji cobanya, RDF Rorotan justru menimbulkan bau sampah yang menyengat.“Evaluasi kembali keberadaan RDF setelah beberapa kali uji coba masih menyebarkan bau dan pencemaran udara yang mengakibatkan sejumlah warga, terutama anak-anak terkena penyakit mata dan ISPA," tutur Andre.Andre bilang, unjuk rasa yang digelar kali ini akan lebih besar dibandingkan yang pernah dilakukan pada 21 Maret 2025 lalu.Baca juga: 20 Anak di Jaktim Terkena ISPA hingga Infeksi Mata Imbas Uji Coba RDF RorotanSebab, unjuk rasa yang akan digelar nantinya akan melibatkan warga dari berbagai daerah yang terdampak. Seperti, warga dari JGC, Asya JGC, Metland Ujung Menteng, Kota Harapan Indah, Pusaka Rakyat Bekasi, Sungai Kendal Rorotan, Gading Crown Bekasi, Tambun Permata Bekasi, dan Tambun Rengas Cakung.Namun, lokasi unjuk rasa masih dipertimbangkan apakah akan di depan RDF Rorotan atau justru Balai Kota Jakarta.
(prf/ega)
Uji Coba RDF Rorotan Timbulkan Bau Lagi, Pramono: Masalahnya di Pengangkutan Sampah
2026-01-11 22:38:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:25
| 2026-01-11 23:20
| 2026-01-11 22:32
| 2026-01-11 21:09










































