Coba Selamatkan 3 Anak yang Terseret Arus di Pantai Kemangi, Pria 34 Tahun Tewas

2026-02-03 03:03:00
Coba Selamatkan 3 Anak yang Terseret Arus di Pantai Kemangi, Pria 34 Tahun Tewas
KENDAL, - Mastur (34), warga Jungsemi, Kangkung, Kabupaten Kendal tewas saat berupaya menolong tiga anak yang terseret ombak saat bermain di Pantai Kemangi, Desa Jungsemi, Minggu pagi.Kepala Seksi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan, awalnya pada sekitar pukul 08.30 WIB, ada tujuh anak bermain di Pantai Kemangi. Mereka adalah M. Rifky Nugraha bin Sodikin (11), M. Abizar risky putra bin Abidin (11), Hariz Rahma Dakim bin Kamson (10), dan Gilang Radita Putra bin Budi susilo (10).Baca juga: Balita di Luwu Tewas Terseret Arus Irigasi, Ditemukan Tiga Kilometer dari RumahLalu, Akbar Dava Pratama bin Sukadiono (11), Farziansyah Fadil Ramadhani bin Wawan (11), dan Yuda Candra Nata (11). Semuanya adalah siswa SDN Rejosari Kangkung.Pada saat bermain, tiga anak, Dava, Fadil, dan Yuda terseret arus. Melihat kejadian itu, Mastur, yang sedang berada di lokasi yang sama langsung bergegas untuk menolong.Mastur sempat menarik dan menyelamatkan Daffa. "Kemudian ia berusaha lagi untuk menolong dua anak lainnya, tetapi Mastur juga akhirnya ikut terseret arus,” ujar Iwan.Fadil, dapat diselamatkan oleh pengunjung pantai dengan kondisi lemas dan langsung dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Truko.Baca juga: Bocah 10 Tahun di Bojonggede Tewas Terseret Arus Drainase Sejauh 1 KilometerLalu Yudha, pada saat ditemukan diduga sudah tidak sadarkan diri, dan sempat mendapat resusitasi jantung paru, untuk kemudian dilarikan ke RS PKU Aisyiyah Truko, dan lalu dinyatakan meninggal dunia. “Selang 10 menit, Mastur berhasil ditemukan 10 meter ke arah timur dalam keadaan meninggal dunia,” tambah Iwan.Kepala Polres Kendal, AKBP. Hendry Susanto Sianipar mengeluarkan imbauan agar warga berhati-hati saat bermain di sungai atau di pantai. Sebab cuaca sedang tidak menentu, di mana ombak bisa datang dengan tiba-tiba. Baca juga: Balita di Cilacap Tewas Terseret Arus Irigasi di Depan Rumahnya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 01:37