Mardiono Bertemu PP Parmusi, Pastikan PPP Rangkul Semua Elemen

2026-01-13 10:50:49
Mardiono Bertemu PP Parmusi, Pastikan PPP Rangkul Semua Elemen
Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono memperkuat silaturahmi dengan berbagai organisasi Islam pendiri PPP. Salah satunya, dengan bertemu Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) yang dipimpin oleh Prof. Husnan Bey Fananie, Senin .Menurut Mardiono, pertemuan itu merupakan bentuk penghormatan terhadap Parmusi sebagai bagian dari sejarah berdirinya PPP. Dia mencatat, sejarah fusi yang melahirkan PPP harus terus dijaga dan dimaknai dalam perjuangan kebangsaan hari ini.“Parmusi adalah bagian dari sejarah historis PPP yang harus terus kita rawat. Pertemuan ini salah satunya untuk melaporkan hasil muktamar, kemudian banyak berdiskusi soal isu kebangsaan dan membahas langkah-langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan PPP sebagai partai Islam,” ujar Mardiono di Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa .AdvertisementMardiono menegaskan, PPP berkomitmen melahirkan berbagai program dan kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi umat, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ketahanan Pangan ini juga membuka ruang untuk berdialog dan berkolaborasi dengan Parmusi dalam memperkuat gagasan dan ide pembangunan berbasis nilai keislaman.“Tentu tidak akan selesai sampai di sini saja diskusinya, InsyaAllah kami akan lanjutkan untuk berbagi gagasan dan ide ke depannya,” janji dia. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-13 09:39