Rumah Pelaku Pembunuhan Mertua dan Menantu di Gowa Dirusak, Dua Orang Diringkus

2026-02-04 22:38:51
Rumah Pelaku Pembunuhan Mertua dan Menantu di Gowa Dirusak, Dua Orang Diringkus
GOWA, - Rumah terduga pelaku pembunuhan menantu dan mertua di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dirusak oleh warga. Kini, dua pelaku perusakan sudah ditangkap polisi.Sebelumnya, kasus pembunuhan ini dipicu suara musik yang terlalu keras hingga malam yang dibunyikan oleh korban.Pelaku sempat menegur korban, namun teguran itu tak disambut baik hingga terjadilah perkelahian yang berujung pada tewasnya mertua dan menantu tersebut.Kejadian ini memicu respons warga. Rumah pelaku pun dirusak. Peristiwa perusakan ini terjadi pada Selasa, pukul 21.30 Wita.Baca juga: Cekcok Saat Pesta Miras, Mertua di Gowa Nekat Bacok MenantuTepatnya, setelah tahlilan di rumah korban AT (57) dan RB (41) -inisial mertua dan menantu-, yang berada di Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.Tiba-tiba, puluhan warga langsung melakukan penyerangan dan perusakan terhadap rumah pelaku, yang berinisial MS (51)."Saat itu memang kosong personel yang melakukan penjagaan di TKP (tempat kejadian perkara)," kata AKP Muhammad Ali, Kapolsek Pallangga, saat dikonfirmasi Kompas.com di lokasi kejadian.Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung menggelar olah TKP dan memasang garis polisi di rumah MS.Baca juga: Bunyikan Musik Terlalu Keras, Mertua dan Menantu di Gowa Tewas Ditikam TetanggaRabu, polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku perusakan.Pantauan Kompas.com, bangunan rumah milik MS mengalami kerusakan pada sejumlah tembok dan dinding kamar yang roboh. Selain itu, perabot rumah tangga juga rusak.Sementara ini, polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku perusakan lainnya."Saat ini sudah ada dua orang yang kami amankan sebagai pelaku perusakan dan kemungkinan besar akan bertambah. Saat ini, personel di lapangan tengah melakukan pengejaran," kata kapolsek.Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal pada Minggu, , sekitar pukul 22:34 Wita di Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga.Saat itu, korban AT dan menantunya sedang mengonsumsi miras sambil membunyikan musik dengan volume tinggi.Tetangga korban, MS, kemudian menegur kedua korban agar mengecilkan volume musik lantaran telah larut malam dan anaknya sedang sakit.Baca juga: Buruh Bangunan di Gowa Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Proyek SekolahTeguran tersebut tidak diterima oleh kedua korban hingga berujung perkelahian menggunakan senjata tajam.AT dan RB tewas dengan masing-masing satu luka tikaman. Sementara itu, MS langsung menyerahkan diri ke Mapolres Gowa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 22:17