Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

2026-01-17 05:10:58
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan
- Organisasi Tani Merdeka Indonesia memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan sebab provinsi ini mempu mewujudkan surplus padi.Penghargaan tersebut diserahkan acara Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu, 30 November 2025.Tercatat, capaian sektor pangan Jawa Tengah sepanjang 2025 ini positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perkiraan produksi padi di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 11,36 juta ton GKP (gabah kering panen) atau 9,38 juta ton GKG (Gabah Kering Giling).Jumlah tersebut naik sekitar 493.684 ton dari tahun 2024. Catatan tersebut membuat Jawa Tengah surplus padi.Dalam kesempatan itu, Luthfi mengatakan, sejauh ini hasil pertanian menjadi salah satu komoditas utama Jawa Tengah sebagai swasembada pangan.Oleh karena itu, ia mendorong pengurus wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah yang baru dilantik berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait.Apalagi, penandatanganan kerja sama sudah dilakukan dalam acara tersebut, antara DPW Tani Merdeka Indonesia dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD Jawa Tengah."Petani bukan sekadar penanam tetapi penjaga masa depan bangsa. Setiap bulir padi yang tumbuh adalah bagian dari ketahanan negara, negara yang kuat adalah negara yang berdaulat terkait dengan pangan,” ucap Luthfi.Oleh karenanya, Ia bertekad agar Jawa Tengah menjadi contoh kepada provinsi lain untuk berdaulat dan berswasembada pangan.Selain Gubernur Ahmad Luthfi, Innovation Award dalam Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 itu juga memberikan dua penghargaan lain, di antaranya Petani Milenial dengan Teknologi dan Modernisasi Pertanian kepada Dhimas Bagus Pratama, serta Pelaku Usaha Entertaintment Pemerhati Kegiatan Pertanian kepada Ketumbar Official.Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, mengatakan, dukungan Gubernur Ahmad Luthfi kepada petani dan Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah sangat besar, terutama terkait swasembada pangan sebagai arahan Presiden Prabowo."Gubernur Ahmad Luthfi siap dan sudah mau ikut mengurusi serta memikirkan teman-teman petani, khususnya Tani Merdeka. Kita juga punya Presiden yang perhatian dan peduli dengan para petani," katanya.Baca juga: Malaysia-China Siap Investasi Rp 62,3 T di Jateng, Tertarik Tenaga Kerja yang KompetitifSebagai informasi, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa Ahmad Luthfi selalu orang nomor satu di Jawa Tengah telah mendorong dan mendukung penuh petani untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi padi.Apalagi, Jawa Tengah telah digadang-gadang oleh pemerintah pusat sebagai penumpu pangan nasional.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 03:28